MUI: Alasan Batal Haji, Batas Persiapan Sudah Lewat

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH. Basyaruddin Maisir/Foto Ist
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH. Basyaruddin Maisir/Foto Ist

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung menyatakan alasan dari pembatalan keberangkatan calon jamaah haji karena batas waktu persiapan telah melewati batas akhir (25 Mei 2021).


Sekretaris Umum MUI Provinsi Lampung KH. Basyaruddin Maisir mengatakan tidak mungkin bisa lagi menyiapkan segala sesuatunya, karena waktu yang diberikan sudah lewat.

"Negara Arab Saudi belum menentukan kuota untuk calon jamaah haji dan agak sulit ini karena  sampai dengan hari ini belum ada ketetapan sehingga dibatalkan karena waktu persiapan tidak cukup atau sudah lewat," katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (6/6).

Pemerintah juga  tidak bisa memaksa Arab Saudi untuk memberangkatkan  calon jamaah haji  karena yang menentukan keberangkatan haji bukan diri sendiri tetapi melalui keputusan pemerintah Arab Saudi.

"Terkait kritikan, kita harus berfikir positif saja hal itu dilakukan bahwasanya pemerintah itu untuk melindungi masyarakat (keselamatan) ditengah pandemi Covid-19 karena yang menentukan berangkat atau tidaknya  bukan negara Indonesia melainkan pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Bagi masyarakat khususnya di Lampung yang tertunda keberangkatan hajinya perlu diingat bahwa penundaan ini bukan berarti pembatalan permanen tetapi ditunda jadi tahun depan dan masih  ada kesempatan di tahun berikutnya.

Lalu bagi calon jamaah haji  yang sudah mendaftar tidak perlu khawatir karena niat calon jamaah haji sudah tercatat sebagai niat 100 persen berangkat haji  (sudah mendapatkan amal berhaji).

"Andaikata nanti umurnya tidak sampai maka itu sudah tercatat sebagai orang yang ibadah. Saya kira untuk masyarakat Lampung yang tertunda bersabar, tawakal. Karena bagi yang sudah mendaftar ibadah haji tersebut sudah mendapatkan amal berhaji," tutup KH. Basyaruddin Maisir.