Mustafa Dibebankan Uang Pengganti Rp24,6 Miliar, Termasuk Uang Mahar Pilgub

JPU KPK Taufiq Ibnugroho/ Faiza
JPU KPK Taufiq Ibnugroho/ Faiza

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa lima tahun kurungan penjara dikurangi masa tahanan dan denda Rp400 Juta subsider empat bulan kurungan. 


Kemudian, membebankan uang pengganti Rp24,6 Miliar dikurangi dengan jumlah uang yang telah disita dan dikembalikan terdakwa dengan ketentuan jika tidak mampu membayar dalam satu bulan setelah putusan inkrah pengadilan maka harta bendanya dapat disita okeh jaksa dan jika tidak mencukupi dipidana selama dua tahun. 

Selanjutnya, menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun terhitung sejak terdakwa menjalani pidana pokok.

JPU KPK Taufiq Ibnugroho menjelaskan Rp24,6 Miliar tersebut termasuk mahar politik Mustafa ke PKB dan Hanura. Jika dua partai tersebut mengembalikan uang mahar ke KPK maka bisa mengurangi beban uang pengganti Mustafa. 

"Pengembalian dari ketua DPC PKB menjadi pengurangan beban mustafa, karena uang untuk mehar politik jadi tanggung jawab Mustafa, jadi kalau ada pengembalian uang dari PKB maka akan menjadi pengurangan," kata dia usai sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (10/6).

Ia melanjutkan, Mustafa baru mengembalikan Rp250 Juta. Selama penyidikan dan proses persidangan, ada Rp10,3 Miliar yang telah dikembalikan DPRD Lampung Tengah dan berbagai pihak. 

"Namun dari jumlah itu tidak semuanya bisa menjadi pengurangan uang pengganti Mustafa karena pengembalian itu dari pihak DPRD, dan pihak lain, dan itu menjadi tanggung jawab masing-masing tidak menjadi pengurangan kepada mustafa," ujarnya.

Dari Rp10,3 Miliar itu, lanjut Taufiq, hanya Rp3,7 Miliar yang dihitung menjadi pengurangan uang pengganti Mustafa.