Nama Prabowo Subianto Muncul Dalam Sidang Suap Ekspor Benur

Sidang lanjutan kasus suap benur/Foto Ist
Sidang lanjutan kasus suap benur/Foto Ist

Nama Prabowo Subianto muncul dalam persidangan perkara dugaan suap izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).


Nama menhan disebut salah satu saksi sidang lanjutan kasus suap BBL dengan terdakwa Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).

Direktur Eskpor Impor PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT. DPPP) Ardi Wijaya sebagai saksi yang memunculkan nama Prabowo Subianto saat ditanya jaksa penuntut umum KPK siapa pengendali PT Aero Citra Kargo (ACK). 

PT ACK merupkan satu-satunya perusahaan jasa angkut benur. Bahkan dalam dakwaan disebutkan jika PT ACK mendapatkan keuntungan Rp38,5 miliar dalam 5 bulan.

Awalnya, Ardi Wijaya mengaku tak tahu soal pengendali PT ACK. Kemudian jaksa bertanya lagi apakah Ardi pernah mendengar dari pemilik PT DPPP Suharjito soal siapa pihak yang mengendalikan PT ACK. 

Ardi mengaku pernah namun tak secara spesifik. "Memang tidak secara spesifik pengendali PT ACK, memang ada diskusi dengan Suharjito. Dan diskusi itu diskusi di bulan Oktober," kata Ardi.

Mendengar jawaban Ardi yang tak lugas, Jaksa KPK kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Ardi Wijaya. Dalam BAP tersebut muncul nama Prabowo.

"Suharjito kemudian oleh PT ACK itu tidak bisa dipecah oleh orang lain atau pergunakan orang lain karena punya Prabowo khusus. Karena menurut Suharjito untungnya Rp 30 miliar per bulan," kata Jaksa KPK membacakan BAP Ardi Wijaya.

Jaksa KPK kemudian menyelisik lebih dalam soal isi BAP tersebut. "Ini maksudnya apa ya, PT ACK punya Prabowo khusus?," tanya jaksa.

"Ini yang saya tangkap, beliau pasti mengaitkan itu dengan Pak Prabowo," kata Ardi.

Kemudian jaksa bertanya siapa Prabowo yang dimaksud dalam BAP tersebut. Ardi kemudian menjawab Prabowo yang dimaksud adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.