Nasib "Anak Singkong" Tunggu Solusi Pemprov Lampung


LAMPUNG memiliki lahan pertanian yang cukup mumpuni seperti ubi kayu, tebu jagung, padi ,kopi, lada, kakao, kelapa sawit, karet. Provinsi ini juga penghasil sapi potong, kambing, ayam, dan lainnya.

BPS Lampung menyatakan provinsi ini peringkat pertama penghasil singkong nasional. Pemerintah pusat maupun daerah mendukung produktivitas singkong.

Data BPS, petani daerah ini menghasilkan singkong 5,45,312, tahun 2018 sebanyak 5,055, 614 ton, dan pada tahun 2019 menurun sedikit produktivitas singkong jadi 4,929, 044 ton.

Bagaimana dengan nasib para petani singkong. Apakah hidupnya sejahtera atau malah semakin sengsara? Tahun ini, nasib petani singkong terhempas oleh harga yang sangat murah.

Tahun ini, harga singkong berkisar Rp750/kg. Dipotong kadar air 20% sampai 30% oleh pabrikan atau lapak pembeli, dikurangi ongkos angkut, petani hanya terpaksa menerima Rp200–Rp 250 per/kg.

Seorang petani singkong dari Lampung Utara mengungkapkan pada saat dialog interaktif di DPRD Provinsi Lampung, Senin (8/3/21) dirinya hanya memeroleh Rp3 juta setahun dari hasil menanam singkong.

"Sangat berat bagi petani singkong seperti saya," ujarnya.

Sang petani dan ribuan petani sepertinya menjerit dengan harga yang tidak bisa membayar keringat dan ongkos produkai selama berbulan-bulan. Mereka menggantungkan harapan satu-satunya kepada pemerintah.

Pertama, pemerintah harus segera turun tangan menyelamatkan terpuruknya nasib petani, misalnya dengan segera membuat tim khusus dengan melibatkan banyak pihak dalam upaya menyelamatkan petani.

Kedua, pemerintah Provinsi Lampung melakukan diskusi dengan para pemilik perusahaan untuk menetapkan harga yang standar atau kita kenal dengan harga minimal harga singkong.

Pemerintah Provinsi Lampung harus mendorong hubungan simbiosis mutualisme antara petani dan perusahaan agar sama-sama untung, bukan pengusaha untung petani buntung.

Ketiga, Pemprov Lampung harus segera berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan untuk membatasi kran impor singkong. ***

* Sekum HMI MPO Cabang Kota Bandarlampung 2021