Nasir Klaim Lahan Dan Gedung Kantor Lama PDIP Pesawaran Miliknya

Kantor lama PDIP Pesawaran/RMOLLampung
Kantor lama PDIP Pesawaran/RMOLLampung

Pilkada telah usai, namun polemik masih terjadi pada internal PDIP Kabupaten Pesawaran. Sengketa lahan kantor lama partai salah satunya.


Sengketa kepemilikan kantor itu terjadi antara mantan Ketua DPC PDIP M. Nasir dan sejumlah pengurus baru di kabupaten setempat. 

Hal itu diduga kuat karena kekecewaan M. Nasir yang tak mendapat rekom dari partai besutan Megawati Soekarno Putri pada Pilkada 2020 lalu.

Kantor dua lantai berwarna merah yang dibangun pada 2016 lalu itu terletak di Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan. Kini bangunan tersebut tidak berpenghuni dan tidak ada aktifitas partai.

Menanggapi hal tersebut, M. Nasir mengaku sebelumnya punya niat baik untuk menghibahkan, namun pasca pilkada mengurungkan niatnya.

"Itu gedung milik saya bukan punya PDIP, tanah punya saya, yang bangun juga saya," kata Nasir saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (11/1).

Tak hanya itu, Nasir juga mengaku sudah tidak menjadi kader partai lagi, hal itu menjadi pertimbangan untuk mengurungkan niatnya menghibahkan kantor dua lantai tersebut.

Menanggapi keinginan pengurus DPC setempat untuk melakukan musyawarah terkait sengketa kepemilikan kantor, Nasir menanggapi dingin dan merasa belum ada yang menghubunginya.

"Musyawarah apa, tadinya punya niat baik, tapi sekarang tidak lagi, Saya sudah tidak di PDIP lagi," ujar dia sambil mengirimkan emotion tersenyum diakhir pesannya.

Diketahui sebelumnya, Ketua DPC PDIP Endro. S Yahman mengatakan bahwa hal tersebut akan diselesaikan dengan musyawarah.

"Kalau kita sengketa kan secara hukum, itu tidak, tapi kita akan berkomunikasi dan musyawarah dengan pihak Pak Nasir, dan permasalahan ini mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kita selesaikan," kata dia.