Nessy Dan Loekman Djojosoemarto Disebut Terima Aliran Fee Proyek Lamteng

Saksi memberikan keterangan pada sidang Mustafa/ Faiza Ukhti
Saksi memberikan keterangan pada sidang Mustafa/ Faiza Ukhti

Persidangan kasus suap dan gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, menyingkap kesaksian-kesakian baru. Nama Nessy Kalviya, istri Mustafa dan Loekman Djojosoemarto (Wabup saat itu), disebut turut menerima aliran fee proyek.


Sebelumnya, nama Nessy disebut oleh Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Lamteng Rusmaldi alias Ncus dalam sidang Kamis pekan lalu (11/2).

Kali ini, namanya kembali disebut oleh Indra Erlangga, Kabid Dinas Perumahan Rakyat Lamteng. Indra adalah orang yang ditugaskan Taufik Rahman (Kadis Bina Marga Lamteng) untuk mencatat uang masuk dan uang keluar dari rekanan proyek. 

"Rp300 juta untuk Bu Nes istrinya Pak Mustafa, tapi saya tidak tahu untuk apa. Dibilang untuk keperluan operasional Bu Nessy, tidak diserahkan langsung ke Bu Nessy tapi lewat ajudannya," kata dia dalam sidang. 

Selain itu, uang fee proyek juga mengalir Rp750 Juta dengan kode Bunes alias Nessy Kalviya untuk keperluan acara muslimah Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam barang bukti excel pengeluaran uang yang dicatat Indra tertulis "Bunes via Ferizal (Muslimah NU Lamtim Tanggamus) Rp750 Juta. 

"Ada juga Bu Nes Rp100 juta untuk keperluan acara Bu Nessy tapi saya tidak tahu detailnya," kata dia. 

Selain untuk Nessy, ia juga pernah mencatat uang keluar Rp25 juta untuk Wakil Bupati Loekman Djojosoemarto. 

"Wakil bupati Rp25 juta, saya diperintahkan Pak Taufik ke ajudan wakil bupati, beliau akan keluar kota," kata dia. 

Selain itu, pengeluaran uang juga digunakan untuk biaya sewa dan renovasi posko pemenangan Mustafa sebagai Calon Gubernur Lampung 2018 di Pahoman, Bandarlampung. 

Juga untuk biaya operasional Dinas Bina Marga, untuk operasional pengamanan, cetak yasin, perubahan APBD 2018, kepentingan keluarga BPKAD, kepala Unit layanan pengadaan (ULP) dan masih banyak nama lain yang belum terungkap. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan, istri mustafa memang ada dalam catatan Indra Erlangga untuk pengeluaran uang. Namun, tidak hanya istrinya tapi juga ada beberapa nama disebutkan. 

"Saat ini kami masih fokus pada penerimaan uang dari rekanan," ujarnya usai sidang. 

Pada sidang kali ini, pihaknya fokus mencecar Indra karena pencatatan yang dilakukannya paling komplit.

"Dia mengetahui semuanya termasuk saat OTT ada uang 1,5 M yang belum dicatat. Indra hanya mencatat, terkait uang pengamanan dari Erwin (Ajudan Mustafa) dan sebagainya dia tidak mengetahui," kata dia.