OAIL Akan Amati Gerhana Bulan Total di Lampung Fair dan Itera 

Pengamtan gerhana bulan total/Ist
Pengamtan gerhana bulan total/Ist

Observatorium Astronomi Itera akan membuka pengamatan Gerhana Bulan Total yang diprediksi terjadi pada Selasa (8/11) mendatang. Gerhana Bulan Total diprediksi dapat diamati dari seluruh area di Samudera Pasifik dari Amerika Selatan, Amerika Utara, Siberia, Asia Timur, Asia Tenggara, dan Australia. 


Rencananya pengamatan Gerhana Bulan Total akan dilakukan di dua tempat yakni arena Lampung Fair, dan sekitar embung C Itera. Pengamatan tersebut dapat diakses oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum secara gratis. Secara virtual juga bisa diikuti bersama host Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ). 

Pengamatan di Lampung Fair akan menggunakan eyepiece dan teleskop katadioptrik Meade LX-90 dengan diameter 20 cm f/10. Sementara pengamatan di sekitar embung C Itera menggunakan 4 teleskop Baride Optics A-102 diameter 102 mm, fokus 900 mm.

Kepala UPT OAIL,  Hakim L Malasan mengatakan terdapat sejumlah fase Gerhana Bulan Total yakni awal masuknya Bulan ke penumbra (bayangan samar) Bumi, awal masuknya Bulan ke umbra (bayangan tegas) Bumi, awal puncak gerhana, puncak gerhana, akhir puncak gerhana, akhir Bulan keluar dari umbra, dan akhir Bulan keluar dari penumbra. 

Menurutnya, fase pertama awal Bulan masuk ke penumbra Bumi terjadi pada saat Bulan belum terbit, yaitu pada pukul 15:47 WIB. Selanjutnya yaitu fase gerhana sebagian dimulai pada 16:44 WIB. Bulan akan terbit di Bandar Lampung pada pukul 17.47 WIB dalam kondisi gerhana bulan sebagian. 

“Pada pukul 18:11 WIB Bulan akan masuk fase gerhana total, dan puncaknya pada 18:18 WIB, dan berakhir pada 18:25 WIB,” kata Hakim, Jumat (4/11). 

Selanjutnya, gerhana akan terus berlangsung dengan fase sebagian hingga pada pukul 19:52 WIB, dan akhirnya Bulan akan keluar sepenuhnya dari bayangan Bumi (penumbra) pada pukul 20:49 WIB.

“Di seluruh wilayah Indonesia, fenomena dapat diamati. Tetapi tidak dapat mengamati proses terjadinya secara keseluruhan dari awal masuknya Bulan ke bayangan samar Bumi (penumbra) hingga akhir," ujarnya. 

Pada saat gerhana bulan total, Bulan berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan adanya Matahari yang lolos melewati dan dibelokkan oleh atmosfer Bumi, sehingga Bulan menjadi berwarna kemerahan. 

“Semoga dengan adanya ketiga acara pengamatan ini, kita semua dapat mengambil ilmu dan pengalaman dalam memahami fenomena gerhana bulan total yang terjadi. Kiranya langit cerah dapat menyertai kegiatan ini,” jelasnya.