Obituarium Subki Elyas Harun: Pesan Buat Birokrat Saat Ini

Lampung berduka cita, salah seorang tokohnya, Subki Ellyas Harun menghembuskan nafas terakhir di Ruang 5, RSUD Abdul Moeloek, Kota Bandarlampung, Jumat (10/7), pukul 21.00 WIB.




Lampung berduka cita, salah seorang tokohnya, Subki Ellyas Harun menghembuskan nafas terakhir di Ruang 5, RSUD Abdul Moeloek, Kota Bandarlampung, Jumat (10/7), pukul 21.00 WIB.

Sejam sebelumnya, Alzier Dianis Thabranie memberi kabar sekaligus memohon doa kesembuhan terhadap Subki Ellyas Harun ke Redaksi Kantor Berita RMOLlampung,


TidakK banyak pemimpin Lampung yang mempunyai idealisme dam merakyat. Namanya sudah sangat melegenda dan jadi bagian sejarah Provinsi Lampung.

Dialah Subki Ellyas Harun.

Pemikirannya dan sepak terjangnya dalam pembangunan di Bumi Lampung, sangat menginspirasi dan merakyat.

Mantan Wakil Wali Kota Bandarlampung periode 1980?1990 ini, di usianya yang telah senja, masih memegang peranan penting sebagai ketua pengurus Padang Golf Sukarame dan ketua Pembina Yayasan Pendidikan Saburai

"Pikiran itu harus dilatih bekerja. Saya masih rapat, memecahkan permasalahan, dan menengahi permasalahan itu. Hal itu yang buat otak saya bekerja dan dipenuhi kesibukan," kata dia.

Saat ini mungkin masih belum banyak yang menyangka Subki termasuk tokoh sentral dalam berdirinya Provinsi Lampung.

Dia pernah menceritakannya pada kuliah umum jelang wisuda pascasarjana dan Dies Matalis Univeristas Saburai 5 oktober beberapa tahun lalu dengan tema Sejarah lahirnya Provinsi Lampung.

Dalam ceramah umum itu, kakek tujuh cucu itu mengingatkan mahasiwa agar sadar kejadian di belakang, yaitu dengan mengetahui sejarah.

Hal itu menjadi pedoman agar para mahasiswa sebagai penerus bangsa lebih memahami dan menghargai Lampung sebagai provinsi.

Subki menjelaskan di zaman kemerdekaan, Lampung dulu masih bergabung dalam Provinsi Sumatera Selatan.

Baru masuk Orde Baru, Lampung memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan. Awalnya, provinsi ini hanya empat kabupaten, meliputi Lampung Utara, Selatan, Barat, dan Timur.

Pesan Buat Para Birokrat Saat Ini

SebagaiI tokoh birokrat senior di Lampung, di usianya yang renta, Subki sempat mengkritisi kebijakan publik yang dijalankan para birokrat saat ini.

Subki melihat gagasan, visi, dan misi para birokrat di berbagai kalangan sudah tidak merakyat lagi.

Padahal, di eranya, memimpin gaungnya agar birokrasinya selalu merakyat. Itu bisa dilihat dari pembangunan Lampung yang ditargetkan pemerintah selalu berubah-ubah.

Dia menjelaskan pada era Orde Baru, arah pembangunan terprogram lewat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), sekarang keduanya hanya mengontrol.

Kini, ada-tidaknya program dijalankan atas maunya pemerintah, jadi tidak ada bentuk arah pengukuran dan perencanaan yang pasti.

Dia mencontohkan kebijakan apa yang diinginkan pejabat sudah bisa dimasukkan APBD. Apalagi, dengan desentralisasi kebijakan dijalankan setiap provinsi, setiap pejabat bisa meng-input dana dari luar APBD.

Oleh sebab itu, era sekarang arah pembangunan sudah baik dengan ada kontrol publik yang bebas dari masyarakat dan media. Tapi, siklus kontrolnya tidak jelas karena tidak di satu garis jelas.

Karena itu, bila gaya pemerintahan dulu dan sekarang di Lampung, sejak 1964 berdiri provinsi ini, hingga 51 tahun berdiri memang ada perubahan pembangunan, tapi lambat karena banyak kepentingan.

Subki juga mengatakan infrastruktur perhubungan dan jalan masih sebagai leading proyek pembangunan utama daerah.

Hal itu sangat berasalan karena pembangunan jalan yang baik akan memimpin pertumbuhan masyarakat lain lewat investasi.

Selain itu, dapat memancing investasi domesatik hingga asing. "Perkembangan infrastruktur memancing pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Dia mengakui APBD Lampung masih minim dibanding daerah lain, terutama dalam pemenuhan dan perbaikan infratruktur, dengan setiap kabupaten harus disokong APBN.

Baginya, dengan banyak jalan baik yang menyambung hingga kecamatan di tiap desa itu manfaat buat daerah sangat besar.

Harapan ke depan, pejabat birokrat yang menerima amanah mengabdi pada masyarakat harus menggali semua potensi untuk merakyat di tengah masa jabatan yang terbatas.

Kalau berwewenang buat keputusan penggunaan uang rakyat itu jangan disalahgunakan demi kepentingan sendiri, golongan, maupun partai politik.

"Sebagai pelayan masyarakat, birokrat dan aparat pemerintah itu abdi masyarakat dan negara. Jadi, harus menjalankan amanah dengan bekerja sesuai proporsinya," kata dia. (S2)

BIODATA
Nama : Subki Ellyas Harun
Kelahiran : Way Umpu, Way Kanan, 24 Mei 1937
Istri : Herminah
Keluarga : Tiga anak dengan tujuh cucu

Pendidikan:
1. SR (Sekolah Rakyat) Blambangan, Way Umpu, Way Kanan
2. SMP Kotabumi, Lampung Utara
3. SMP Pendidikan Angkatan Muda, Budi Utomo, Jakarta
4. SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) Bogor
5. SMEA (Sekolah Mengengah Ekonomi Atas) Negeri 11 Jakarta
6. S-1 Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta

Organisasi dan prestasi:
1. Kepala Seksi Pendidikan dan Kepengurusan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) UGM
2. Komisaris Tingkat Fakultas Ekonomi UGM
3. Pengurus KMSS (Keluarga Mahasiswa Sumatera Selatan) Cabang Lampung
4. Ketua KPL (Keluarga Pelajar Lampung)
5. Dosen merangkap Wakil Dekan Univeristas Sriwijaya Cabang Lampung (cikal bakal Unila)
6. Ketua Presedium Universitas Sriwijaya Cabang Lampung
7. Kepala Biro Perekonomian Pemprov Lampung
8. Pengagas dan perancang proposal 10 kabupaten dan kota madya Provinsi Lampung
9. Perintis dan Direktur BPD (Bank Pembangunan Daerah) Lampung (cikal bakal Bank Lampung)
10. Asisten II Gubernur Lampung (era Gubernur Sutiyoso)
11. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (era Gubernur Sutiyoso)
12. Pejabat Sementara Bupati Lampung Selatan dan Lampung Tengah (era gubernur Sutiyoso)
13. Sekda Provinsi Lampung (era Gubernur Sutiyoso dan Yasir Hadibroto)
14. Wakil Gubernur Provinsi Lampung (era Gubernur Yasir Hadibroto dan Poejono Pranyoto).
15. Anggota DPR RI (dua periode: 1992?1997 dan 1997?1999)
16. Penggagas dan fasilitaor pembangunan objek vital Lampung (Dermaga Bakaheuni, Stadion Pahoman, GOR Saburai Enggal, Bank Bukopin Lampung, Universitas Lampung, Islamic Center, by pass Bakaheuni-Panjang-Natar-Sukarame.
17. Pembangun dan Pembina Yayasan Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai dan Yayasan Padang Golf Sukarame.