Ombudsman Terima 8 Pengaduan PPDB Di Lampung

 Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf/Ist
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf/Ist

Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Lampung menerima 8 pengaduan terkait sistem pendaftaran calon peserta didik baru (PPDB) yang kurang maksimal.


“Ada 8 laporan yang kami terima berkaitan dengan sistem yang tidak mengakomodir beberapa hal dalam proses pendaftaran peserta didik baru," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf, Selasa (6/7).

Contohnya, pada jalur prestasi tidak dapat mendaftar pada zonasinya dan harus berjenjang, tetapi diketahui bahwa tidak semua lomba berjenjang.

Kemudian jalur afirmasi yang terdapat syarat kartu keluarga yang seharusnya dititik beratkan pada jalur zonasi. Pada regulasi justru dapat mendaftar jalur apa saja pada zonasinya selagi memenuhi syarat, baik itu zonasi, prestasi maupun afirmasi.

Ia juga mengaku setelah mendapatkan laporan terkait PPDB pihak ombudsman akan langsung menindaklanjuti hal ini dengan mekanisme RCO (Respon cepat Ombudsman) karena dinilai berkaitan dengan hak pendidikan dan berbatas waktu. 

“Laporan  PPDB ditindaklanjuti dengan RCO, jadi bukan seperti laporan regular di Ombudsman, karena PPDB ini kan jangka waktu pendaftarannya terbatas maka cepat harus kami tindaklanjuti, setidaknya terdapat solusi minimal bahwa peserta didik dapat mendaftar sesuai ketentuan yang ada, bukan gagal di awal.” tegas Nur Rakhman.