OJK Sosialisasi Securities Crowdfunding Sebagai Alternatif Pendanaan UMKM

Repro
Repro

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan sosialisasi Securities Crowdfunding sebagai Alternatif Pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) secara virtual, Senin (18/10).


Acara ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, dan Kepala Kantor OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara Yusup Ansori. 

Kemudian, Kepala Kantor OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho, Kepala Departemen Pengawasan Pasar modal 1A OJK Luthfy Zain Fuady, Direktur Statistik dan Informasi pasar Modal OJK Muhammad Toyriq dan Wakil Sekretaris Jendral ALUDI yang juga CEO FoundEx Indonesia Mohammad Agung. 

Yusup Ansori menjelaskan Securities Crowdfunding adalah metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya. 

"Metode ini kami nilai tepat dan relevan dengan kondisi dan kebijakan pemulihan ekonomi. Terlebih saat pandemi Covid-19 yang masih ada dan memberikan efek negatif bagi pemulihan ekonomi," kata dia. 

Akibatnya, lanjut Yusup, pendapatan masyarakat menurun akibat keterbatasan mobilitas menyebabkan perekonomian daerah ikut terpuruk. 

Di sektor jasa keuangan, pandemi ini berdampak pada beberapa potensi risiko, misalnya resiko kredit dan tekanan probabilitas baik bagi industri maupun debitur. 

Untuk mengantisipasi itu, OJK telah melakukan berbagai kebijakan yang bersinergi dengan pemerintahan dan kebijakan Bank Indonesia. 

Diharapkan perekonomian negara dan daerah bisa segera membaik secara bertahap. Ditandai dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang telah melewati fase kontraksi atau negatif pada triwulan I tahun 2021 menjadi positif pada Triwulan II tahun 2021.

Ia melanjutkan, Sektor OJK Wilayah Bagian Sumatera Utara meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau secara umum pada kondisi stabil dan bertumbuh. 

"Pada sektor perbankan per Agustus 2021 total aset bank umum di lima provinsi tersebut secara agregat tercatat Rp595,36 Triliun dengan pertumbuhan 9 persen year on year," kata dia. 

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga juga bertumbuh positif sebesar 8,50 persen year on year menjadi Rp537,95 Triliun. Penyaluran kredit atau pembiayaan yang sebelumnya berkontraksi akibat Covid-19 telah bertumbuh positif sebesar 0,68 persen year on year dengan total Rp416 Triliun. 

Sementara itu penyaluran kredit bank umum kepada UMKM juga dapat didorong bertumbuh positif sebesar 4,02 persen year on year dengan total 126,17 Triliun. 

"Ini menunjukkan sinyal positif terhadap kebangkitan ekonomi di Sumatera Utara, khususnya bagi pelaku UMKM," kata dia. 

Ia melanjutkan, di industri keuangan non bank terpantau sektor pembiayaan terpantau dapat menyalurkan pinjaman dengan pertumbuhan positif, terlihat dari perusahaan modal ventura yang terdapat di Sumut, Aceh, Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau secara agregat bertumbuh 85,90 persen year on year per Agustus 2021 dengan total pembiayaan dan penyertaan modal Rp241,75 Miliar. 

Sementara itu pembiayaan di lima provinsi telah menyalurkan pembiayaan Rp39,68 Triliun dengan pertumbuhan sebesar 0,89 persen namun masih melambat secara year on year. 

"Ini menunjukkan penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan sudah bergerak pulih, resiko perbankan dan perusahaan pembiayaan di Sumatera bagian utara juga sudah menjebel dengan tingkat MPL di bawah 3 persen," kata dia. 

Securities Crowdfunding, ujarnya, dapat membuat investor dan pihak yang membutuhkan dana depat dipertemukan melalui platform secara online. Sehingga kebutuhan modal UMKM dapat terbantu. 

Wagub Sumut Musa Rajekshah mengatakan kontribusi UMKM sangat nyata dalam perekonomian terutama dalam krisis akibat Covid-19. Sehingga UMKM harus diberdayakan agar mampu bersaing dengan pelaku bisnis lainnya sebagai pelaku perekonomian. 

"Kami menyambut baik adanya sosialisasi Securities Crowdfunding karena memang pendanaan bagi UMKM sangat dibutuhkan," kata dia.