Oknum Pegawai P2TP2A Cabuli Anak Serahkan Diri Ke Polda Lampung

 Oknum pegawai Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur, DA yang menjadi tersangka pencabulan terhadap NF (14), akhirnya menyerahkan diri ke Polda Lampung.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad membenarkan bahwa DA sudah menyerahkan diri sejak Jumat (10/7). Ia juga sudah diperiksa sebagai tersangka sejak Sabtu (117).

"Atas imbauan dan upaya persuasif, DA sudah menyerahkan diri," ujar Pandra, sapaannya, kepada reporter Kantor Berita RMOLLampung, Verra, Senin (13/7).

Pandra tak menjelaskan secara detail Terkait hasil pemeriksaan. Namun, tersangka DA mengaku berada di rumah korban, saat kejadian yang dilaporkan korban ke aparat.

Aparat juga masih melakukan pendalaman, apakah ada tersangka lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Tersangka dijerat Pasal 76 jo pasal 81 ayat (3) UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Disebutkan dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orangtua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana.

Sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.