Optimis Tatap Tahun 2022, Dirut bank bjb: Lebih Cerah

Acara Business Review Full Year-Tahun 2021 bank bjb, di Bali, Senin (17/1)./dok
Acara Business Review Full Year-Tahun 2021 bank bjb, di Bali, Senin (17/1)./dok

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) siap menjalani tahun 2022 dengan sikap optimisme dibandingkan tahun 2021 karena ekonomi mulai pulih.


"Saya menyampaikan apresisasi serta ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh insan bank bjb, kita akan mencatatkan kinerja di tahun 2022 yang lebih baik lagi dari tahun 2021," ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi acara Business Review Full Year - Tahun 2021, di Bali, Senin (17/1).

Yuddy menjelaskan pandemi yang terjadi dua tahun terakhir, telah membuktikan betapa teknologi sangat membantu dalam berbagai aspek kehidupan. Bisnis dan kompetisi perbankan pun, tidak terlepas dari kemampuan suatu perusahaan dalam beradaptasi terhadap permintaan akan layanan berbasis teknologi dari para nasabah.

Saat ini, kata dia, sudah banyak bank bertransformasi menjadi bank digital. Bank yang menjalankan kegiatan utamanya melalui saluran elektronik tanpa jaringan kantor fisik.

"Fenomena bank digital merupakan masa depan dari industri keuangan, sehingga kita perlu melakukan inovasi dan bertransformasi agar bisa bersaing di industri perbankan," kata Yuddy.

Di era digital saat ini, kata Yuddy, kolaborasi adalah hal penting yang harus dilakukan oleh seluruh insan bank bjb untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Perbedaan lokasi, jarak dan waktu bukan menjadi penghambat aktivitas untuk berkolaborasi dan Cross Collaboration adalah momentumnya

“Mari kita implementasikan program budaya perusahaan tahun 2022 bjb Trust Cross Collaboration. Lets make bjb Better, Through Better Engangement and Productivity,” katanya.

Menurutnya, bank bjb di tahun 2021 telah melakukan berbagai inovasi dan pengembangan digitalisasi. Hal tersebut berdampak pada pendapatan fee based income yang naik signifikan.

Di samping itu, pengembangan digitalisasi yang dilakukan juga mendorong kenaikan fee based income dari channel digital dan berkontribusi terhadap total fee based income sepanjang tahun 2021. Hal ini tidak terlepas dari semakin luasnya ekosistem digital bank bjb yang tumbuh sepanjang tahun 2021.

"Pengguna aplikasi mobile bjb DIGI tumbuh eksponensial," katanya.

Selain itu, kata Yuddy, QRIS merchant bank bjb juga terus tumbuh positif, serta pengembangan terhadap pemberian fasilitas kredit berbasis digital melalui aplikasi Loan on Boarding, seperti aplikasi bjb Laku untuk segmen UMKM serta Kredit Mesra dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). bjb Koin untuk pembiayaan segmen konsumer ASN, serta pengembangan aplikasi pada segmen lainnya, sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekspansi bisnis.

"Insya Allah ke depannya seluruh aplikasi ini akan menjadi satu kesatuan dalam suatu Super Apps untuk memenuhi seluruh kebutuahan nasabah dalam satu aplikasi saja," kata Yuddy.

Lebih lanjut Yuddy menuturkan inovasi yang terus dikembangkan sejalan dengan cita-cita bank bjb untuk menjadi sebuah "Elite Bank" pada tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam corporate plan yang telah disusun dan disahkan untuk menjadi komitmen bersama.

Manajemen mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri terhadap yang dicapai pada tahun 2021. Tantangan di tahun 2022 tidaklah mudah dan harus dihadapi bersama untuk mempertahankan kinerja yang lebih baik.

Yuddy menilai tahun 2022 memberikan prospek bagi dunia perbankan dengan potensi permintaan kredit yang lebih baik dibandingkan tahun 2021 seiring optimisme pulihnya ekonomi.

"Di tahun 2022 ini kita perlu mengantisipasi dengan pertumbuhan bisnis yang lebih baik, fee based income yang lebih besar, struktur Dana Pihak Ketiga yang lebih murah, pengelolaan likuiditas yang optimal serta inovasi yang berkelanjutan," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan, bank bjb harus agile terhadap disrupsi teknologi agar tidak ketinggalan. Ridwan Kamil juga berpesan, bank bjb harus menangani persoalan pinjaman online (pinjol ilegal) dengan memberikan solusi perbankan yang lebih baik.

“Selanjutnya bank bjb harus semakin meningkatkan kolaborasi, khususnya dalam pemberdayaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) agar semakin kuat dan sehat.” ujarnya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu meminta agar bank bjb terus melakukan inisiatif untuk terus menguatkan fundamental, melihat dan membaca arah “The Future of Banking” agar semakin terdepan, Gen Z (Milenial) harus menjadi market utama.

Emil juga mengingatkan perlunya perhatian pada isu-isu sosial.  bank bjb sebagai BPD mengemban tugas-tugas pembangunan salah satunya mengentaskan kemiskinan, seperti melawan pinjol ilegal, rentenir dan lain sebagainya.

“Dimana ada bank bjb, disitu harus ada kebaikannya, Itulah harapan saya untuk bank bjb di tahun 2022. Maka dari itu, ada Kantor Cabang bank bjb di Bali. Oleh karenanya, besok akan ada launching kredit bjb Mesra untuk segmen mikro berbasis rumah ibadah di Bali sebagai perwujudan hal itu.” pungkasnya.