PAD Pringsewu Baru Terealisasi 63 Persen dari Target

Kabid Pengendalian dan Pelaporan Bapenda Pringsewu Ilham Tesa Putra/ Nurul Ikhwan
Kabid Pengendalian dan Pelaporan Bapenda Pringsewu Ilham Tesa Putra/ Nurul Ikhwan

Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pringsewu pada triwulan III atau dampai Oktober 2021 baru mencapai 63 persen dari target sektor pajak sebesar Rp35 miliar. Dua jenis pajak tercatat capaiannya paling rendah.


Kepala Bapenda Pringsewu Waskito melalui Kabid Pengendalian dan Pelaporan Ilham Tesa Putra mengatakan, target PAD Pringsewu tahun 2021 dari sektor pajak sebesar Rp35.469.630.320.

Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp27.5 miliar. Yang mana, sampai dengan triwulan ketiga realisasi terendah adalah dari PBBP2 dan pajak air tanah.

"Di triwulan ketiga ini, penerimaan PBBP2 baru 39persen. Sedangkan untuk pajak air tanah realisasinya baru 10 persen," kata Ilham kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (6/10). 

Selanjutnya, Ilham menjelaskan, dari target penerimaan PBBP2 sebesar Rp12.953.250.000, realisasi penerimaan pajak baru se Rp5.091.332.302 atau 39.31 persen.

Sementara, dari sepuluh jenis pajak sumber pendapatan daerah, realisasi terendah adalah dari pajak air tanah. Dari target Rp89.250.000, kata Ilham, triwulan ketiga ini baru terealisasi 10.78 persen atau sebesar Rp9.617.535. 

Menurutnya, rendahnya realisasi capaian penerimaan PAD adalah imbas dari pandemi. Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu yang masih rendah menjadi faktor.

"Kebiasaan masyarakat untuk membayar pajak itu seringnya di akhir waktu. Kita tunggu sampai akhir Oktober," kata dia. 

"Kita tetap optimis, realiasi PAD dari sektor PBBP2 bisa maksimal seperti tahun lalu," imbuhnya.

Lebih lanjut,Ia memaparkan, tahun ini target PAD Pringsewu dari sektor pajak sebesar Rp35.469.630.320. Di triwulan ketiga, realisasi capaiannya baru sebesar 63.25 persen. 

Rinciannya, untuk pajak hotel dengan target Rp300 juta, terealisasi 86 persen atau sebanyak Rp258 juta. Pajak rumah makan dari target Rp2.3 miliar terealisasi Rp1.9 miliar atau 82 persen. Pajak hiburan dari target Rp250 juta terealisasi Rp188 juta atau 75 persen.

Lalu pajak reklame dari target Rp400 juta, triwulan ketiga ini baru terealisaai Rp322 juta atau 80 persen. Pajak penerangan jalan dari target Rp13.5 miliar yang terealisasi Rp10 miliar atau 76 persen. Pajak parkir dengan target Rp605 juta terealisasi 78 persen atau sebesar Rp473 juta. 

Kemudian pajak minerba dengan target Rp187 juta terealisasi 67 persen atau sebesar Rp127 juta. Lalu pajak BPHTB terealisasi 76 persen atau sebesar Rp3.7 miliar dari target Rp4.8 miliar.

"Yang dua lagi pajak air tanah dan PBBP2. Realisasi di triwulan ini paling rendah dibandi jenis pajak yang lain," tutupnya.