Panas Terik di Wilayah Lampung, Begini Penjelasan Meteorologi

Panas terik di Pesawaran/ Vera
Panas terik di Pesawaran/ Vera

Beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Provinsi Lampung mengalami panas terik akibat berlangsungnya masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang diperkirakan awal Juni 2022.


Salah satu wilayah atau kabupaten yang mengalami panas terik akibat berlangsungnya masa transisi tersebut yakni Kabupaten Pesawaran.

"Masa transisi ini menyebabkan kelembapan tinggi. Kelembapan tinggi inilah yang membuat cuaca menjadi terasa panas dan gerah, meskipun sudah sore atau malam hari," kata Kepala Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung Selatan Kukuh Ribudiyanto, Rabu (11/5).

"Tapi suhu masih normal dan hal ini biasa terjadi setiap masa transisi, sehingga masyarakat tidak perlu bingung," ujarnya.

Selain kelembapan tinggi, masa transisi juga menyebabkan adanya hujan diiringi angin kencang, petir, dan jika awan cukup tinggi dan besar bisa terjadi hujan es.

"Bukan itu saja dimasa transisi akan banyak perubahan cuaca mulai dari panas diiringi hujan (Hujan panas), angin kencang, petir bahkan hujan es, jadi kami sarankan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan karena kondisi ini rentan membuat sakit seperti flu, meriang, dehidrasi dan demam berdarah (DBD)," jelas Kukuh.

Sementara, Kepala BMKG Satasiun Meteorologi Maritim Lampung Raden Eko menyebutkan, panas terik yang terjadi saat ini diduga karena posisi matahari dekat dengan bumi bukan karena fenomena gelombang panas.

"Terkait dengan panas beberapa hari ini, ada yang menyebut gelombang panas itu padahal bukan. Kalau gelombang panas itu tentunya akan lebih panas dari sekarang, tapi panasnya sekarang ini salah satu pemicunya karena posisi matahari semakin dekat dengan bumi," tutupnya.