Panglima TNI Pastikan Pihaknya Kawal Objektivitas Autopsi Ulang Jasad Brigadir J

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa/Net
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa/Net

Pembalakan liar jenis kayu sonokeling di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdurahman (Tahura War) register 19 masih sangat masif dan marak.


Oleh karena itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan mengawasi objektivitas proses autopsi ulang yang rencananya akan melibatkan dokter forensik dari rumah sakit tiga matra TNI.

"Saya pasti siap, ini kan kemanusiaan. Apa saja. Memang saya ingin memastikan detailnya, supaya apa? Supaya saya sendiri bisa mengawasi, mengawasi objektivitas itu kan tidak mudah di lapangan," kata Andika di Jakarta Utara, Jumat lalu (22/7).

Andika pun telah menunjuk tim dokter berdasarkan keahlian dan kedalaman ilmunya agar hasil autopsi bisa maksimal.

"Sehingga saya harus tahu pasti rumah sakit mana, tim dokternya pun kita pilih yang senior sehingga mereka bisa memberikan penilaian maupun sumbangsih dari segi keilmuan itu lebih maksimal," kata Andika.

Andika ingin autopsi ulang yang melibatkan TNI nantinya terkendali, dalam artian tidak ada intervensi.

"Dan yang lebih penting memang terkendali. Terkendali dalam arti tidak ada intervensi sedikit pun sehingga mereka bisa memberikan opini yang benar-benar objektif," pungkas Andika.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan rencana autopsi ulang jenazah Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat akan dilakukan pada Rabu (27/7).

Dedi menyebut tim yang bertugas untuk autopsi akan berangkat hari Selasa dan Rabu minggu depan.

"Tim berangkat hari Selasa dan Rabu, akan melaksanakan ekshumasi," kata Dedi.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pengacara serta Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia untuk melakukan autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J.

"Kami hadirkan para pihak-pihak yang expert di bidangnya," kata Dedi.