Panitia Adhoc Ikuti Workshop Penanganan Pelanggaran Kode Etik

Workshop Penanganan Pelanggaran Kode Etik Panitia Adhoc/ RMOLLampung
Workshop Penanganan Pelanggaran Kode Etik Panitia Adhoc/ RMOLLampung

Bawaslu Kota Bandarlampung menggelar Workshop Penanganan Pelanggaran Kode Etik Panitia Adhoc, Senin (31/8).


Kegiatan yang diadakan di Hotel Horison Bandarlampung ini diikuti 63 Pengawas Kelurahan se-Bandarlampung.

"Kegiatan ini dilaksanakan agar Jajaran Pengawas tingkat kelurahan mengetahui bagaimana Penegakan Hukum Kode Etik Penyelenggara Pemilihan 2020,” ujar Ketua Bawaslu Bandarlampuung, Candrawansah.

Candra mengatakan, jangan sampai panwas kelurahan tidak netral dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung Desember mendatang.

"kita harus netral, dan harus terlihat netral" tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bandarlampung Yahnu Wiguno Sanyoto, mengatakan, badan adhoc harus paham pedoman perilaku bagi penyelenggara pemilu.

"Baik itu berupa kewajiban, larangan, tindakan, ucapan yang patut atau tidak patut untuk dilakukan sehingga sebagai garda terdepan pengawasan mereka mampu menghindari terjadinya konflik kepentingan," kata dia.

Koordinator Divisi Hukum Yusni Ilham mengingatkan pengawas pilkada harus paham Perbawaslu RI Nomor 4 Tahun 2019 tengang Mekanisme Penanganan Pelanggaran Kode Etik Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan/Desa, dan TPD.

Jangan sampai pengawas pilkada terkena pelanggaran Kode Etik tersebut.

Selain narasumber internal, Bawaslu juga menghadirkan narasumber dari akademisi sekaligus Tim Pemeriksa Daerah DKPP Provinsi Lampung Tahun 2014 s.d. 2019 yakni Hepi Riza Zein.