Pansus-Perda Singkong Tak Kunjung Dibahas DPRD Lampung, Bocor Halus?

Ketua Komisi III DRPD Lampung Ikhwan Fadil Ibrahim/Ist
Ketua Komisi III DRPD Lampung Ikhwan Fadil Ibrahim/Ist

Sebelum usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan para pengusaha singkong, DPRD Lampung belum juga tampak menindaklanjuti rencana pembentukan pansus dan perda terkait harga singkong.


Malah, desas-desusnya, wakil rakyat yang awalnya bersuara lantang lamat-lamat menganggap pansus tak perlu karena sudah ada penetapan harga hasil kesepakatan Gubernur Arinal dan pada pengusaha.

Namun, menurut Ketua Komisi III DPRD Lampung Ikhwan Fadil Ibrahim, pihaknya akan tetap membuat panitia khusus (pansus) dan peraturan daerah terkait harga singkong guna mengurangi kenakalan pengusaha.

"Kemarin, saya sudah rapat dengan pimpinan dan pansus ini  tetap dibentuk," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (21/4), terkait sudah sebulan wacana ini bergulir sejak gaduhnya harga singkong.

Ikhwan Fadil Ibrahim berpendapat pansus ini perlu dilanjutkan untuk memberikan masukan-masukan yang dapat disampaikan ke Gubernur Arinal terkait stabilitas harga singkong.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni membuat peraturan daerah (perda) tentang harga singkong atau tata kelola niaga singkong guna mengurangi kenakalan pengusaha.

"Inikan menyangkut hajat banyak orang makanya perlu dibentuk pansus dan perda yang baik, perda yang mengikat, ada sanksi, karena bisa saja kebijakannya baik, perdanya baik, sanksinya kurang baik sehingga banyak sekali perusahaan yang nakal bukan hanya di Lampung bahkan Indonesia," ujar Ikhwan.

Ia menilai keputusan Gubernur Lampung terkait penetapan harga singkong Rp900/kg memang cepat dan bagus dalam menangani kasus anjloknya singkong di Lampung.

"Gubernur bagus menggeluarkan keputusan yang cepat, tetapi perda yang akan dibentuk pansus harus tetap dibuatkan dan pansus tetap berjalan sesuai dengan keputusan rapat dengan pimpinan supaya melahirkan perda yang terikat tentang harga singkong atau tata kelola  niaga singkong khususnya di Lampung,"

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung Noverisman Subing berharap,  agar harga singkong di Lampung  bisa mencapai harga Rp1.000/kg  hingga Rp1.250/kg guna mensejahterakan petani singkong.

"Terimakasih sudah sangat peduli dengan petani singkong dan sudah mematok harga minimal Rp900/kg dan kita ini berharap harga singkong di Lampung ini naik diharga Rp1.000/kg sampai dengan Rp1.250/kg sehingga baru petani benar-benar bahagia," tutupnya.