Pansus Sebut Panitia Pilkakon Tidak Mampu Jalankan Tugas

DPRD Tanggamus menggelar rapat kerja internal Pansus Pilkakon di ruang rapat utama DPRD. Rapat tertutup dimulai pukul 13.00 WIB-18.00 WIB, Senin (15/3).


Rapat dipimpin Ketua Pansus, Yoyok Sulistyo dan dihadiri
anggota pansus dari fraksi-fraksi.

Anggota pansus, Jhony Wahyudi mengatakan, selama 6 jam rapat
pansus menghasilkan beberapa rekomendasi. Yang paling krusial, yakni 7 pekon
yang jadi fokus penyelesaian.

"Hari ini pansus konsultasi dengan pakar hukum Unila, dan
rencananya Rabu (18/3) pakar hukum akan hadir di rapat pansus," jelasnya,
Selasa (17/3) kepada Kantor Berita
RMOLLampung
.

Menurut Jhony, ada beberapa pekon yang 50 persen mengadukan
pemasalahan saat proses pendaftaran dan penetapan calon.

Penyebabnya, kurang sosialisasi, sehingga para balon
salah menafsirkan Perbup Tanggamus No 16 tahun 2020.

"Panitia Pilkakon sudah memberikan jawaban secara
tertulis kepada pansus. Jawaban itu sangat terlihat ketidakmampuan pihak
penyelenggara," jelas Jhony.

Ia juga berharap kepada calon kepala pekon yang
bermasalah dan belum bisa mengikuti kontestasi pilkakon di tahun ini, agar bisa
menahan diri. Jangan mengedepankan emosional, apalagi anarkis.

Kepada calon kepala pekon yang akan ikut bertarung 15 April nanti, agar bisa menciptakan kondisi aman dan kondusif.

"Sehingga pelaksanaannya bisa berjalan lancar, dan
menghasilkan pemimpin yang bisa memajukan dan mensejahterakan pekonnya,"
harapnya.