Pantai Permata, Sepotong Surga Di Kota Bandarlampung

Ada sisa sepoting surga di sini/Foto Herman BM
Ada sisa sepoting surga di sini/Foto Herman BM

SEMBURAT sinar keemasan matahari sore semakin memperindah Pantai Permata, pantai alami satu-satunya yang mungkin masih tersisa di Kota Bandarlampung.

Di pantai ini, kala surut, pasirnya menjorok beberapa meter ke laut, serumpun pohon bakau, tanaman khas pantai, dan rerumputan menghadirkan suasana alami. 

Pantai Permata mungkin satu-satunya pesisir pantai yang masih alami dan tersembunyi di Kota Bandarlampung. Tak seperti pantai-pantai lain yang sudah direklamasi dan berubah jadi serba artifisal.

Saat ini, wajah pesisir Kota Bandarlampung nyaris semuanya sudah rusak dan tak alami lagi. Reklamasi telah menghilangkan sebagian besar pantai berpasir di kota berjuluk "Kota Tapis Berseri".

Beruntung, di Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Timur, Kota Bandarlampung, masih tersisa sedikit kawasan pantai sekitar 6 hektare yang relatif masih alami tersebut: Pantai Permata.

Untuk menuju kawasan tersebut, ada dua jalan, yakni masuk lewat Perumahan Puri Gading atau melalui gang perkampungan di Kelurahan Sukamaju. Di bagian belakangnya, Pantai Permata.

Walau tersembunyi di belakang pemukiman warga, Pantai Permata paling dekat dengan Kota Bandarlampung dibandingkan pantai-pantai untuk pariwisata lainnya yang ke arah Lempasing.

Senja itu, Kantor Berita RMOLLampung mengunjunginya sambil menikmati makan sore bersama keluarga. Walau, kondisinya masih kurang terawat dan tertata agar semakin cantik alami.

Luar biasa, duduk di atas rumput teki sambil memandang kejauhan laut yang tertimpa semburat sinar matahari senja berwarna kekuningan. Ada sisa sepotong surga di sini.

Semoga pemiliknya merawat pantainya semakin indah dan alami dan tak terjebak pada pantai-pantai artifisial agar tetap sesuai namanya: Pantai Permata.