Para Pelajar Lempar Aparat Karena Blokade Aksi Omnibus Law

Petugas semprotkan air buat menghalau aksi mahasiswa dan pelajar/Foto RMOLLampung
Petugas semprotkan air buat menghalau aksi mahasiswa dan pelajar/Foto RMOLLampung

Para pelajar SMK bergabung dengan mahasiswa dalam aksi tolak UU Omnibus Law Cipta Karya. Mereka terlibat aksi lempar batu ke arah aparat dan halaman Gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10).


Para pelajar berseragam celana warna biru, baju putih, dan ada yang dibalut jaket emosi karena ketatnya blokade pihak kepolisian dan Pol PP di depan Gedung DPRD Lampung.

Hasil pantauan Faiza dan Vera dari Kantior Berita RMOLLampung, sejak dari titik kumpul di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, para pelajar sudah bersiap-siap dengan poster-poster yang mereka tulis di kertas karton.

Tulisannya antara lain: DPR versus STM, DPR bobrok, kata-kata jorok, dll. Mereka juga berteriak: habisi, sayur, dan yel-yel lain sebagai ekspresi kemarahan mereka atas disahkannya UU Omnibus Law Cipta Karya.

Aparat sempat kewalahan menghadapi hujan batu. Polisi terpaksa menyemprotkan water canon ke arah kerumuman para pelajar bercampur mahasiswa. Para pelajar berusaha merangsek ke Gedung DPRD Lampung. 

Para mahasiswa juga protes atas penjagaan yang begitu ketat terhadap aksi yang mereka lakukan.

Sekretaris DPW Partai PKS Ade Utami Ibnu dan dua orang anggota dewan dari PKS keluar untuk menemui mahasiswa.