Parpol Diminta Prioritaskan Caleg Perempuan, Jangan Sekedar Penuhi Kuota 30 Persen

Selly Fitriani/istimewa
Selly Fitriani/istimewa

Setiap partai politik diwajibkan untuk menempatkan 30 persen calon anggota Legislatif perempuan. Namun, mayoritas mendapatkan nomor urut bawah saat pileg.


Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Anak (LAdA) Damar Lampung, Selly Fitriani, hal itu menunjukkan kurangnya komitmen partai politik untuk kesetaraan gender. 

Seharusnya, kata Selly, pimpinan partai politik harus lebih berkomitmen dalam pencalonan perempuan dengan menempatkan mereka di nomor urut atas. 

Pasalnya, calon-calon yang terpilih dalam pileg merupakan caleg yang berada di urutan atas. Jangan sampai perempuan hanya menjadi pelengkap kewajiban kuota 30 persen keterwakilan. 

"Harapannya memang betul-betul pimpinan partai memperhatikan politisi perempuan, memberikan nomor urut yang baik di atas, bukan hanya asal nomor urut gitu," ujarnya Sabtu (4/6).

Mantan Direktur Eksekutif Damar Lampung ini melanjutkan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Kaukus perempuan politik Lampung dan seluruh partai pemenang di Lampung. 

Ia berharap, keterpilihan perempuan di Lampung yang sekarang berjumlah 17 dapat bertambah pada Pemilu 2024. Tentunya, kader yang terpilih betul-betul menguasai isu dan aspirasi perempuan.

"Karena partai politik ini menjadi ruang yang sangat efektif untuk lahirnya nanti kebijakan yang pro terhadap perempuan. Ada kemungkinan saya akan memilih jalan ini, tapi di partai yang berkomitmen memajukan perempuan," katanya.