Partai Buruh Jadi Tonggak Perjuangan Melawan Langgengnya Privatisasi Listrik

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (DPP SP PLN), Abrar Ali/Ist
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (DPP SP PLN), Abrar Ali/Ist

Deklarasi Partai Buruh menjadi peristiwa politik yang sangat penting bagi perjuangan para buruh mendapatkan kesejahteraan yang layak.


Khusus bagi Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN), lahirnya Partai Buruh yang sempat mati suri bisa menjadi tonggak perjuangan dalam melawan privatisasi listrik yang selama ini terjadi.

Ketua DPP SP PLN (Persero), Abrar Ali mengatakan, perjuangan melawan privatisasi memerlukan kekuatan yang lebih besar, bukan hanya serikat pekerja, tapi komponen masyarakat yang lebih luas.

Dalam hal ini, pihaknya sangat menyambut positif kelahiran Partai Buruh yang kini dikomandoi Said Iqbal.

"Kehadiran Partai Buruh menjadi sangat penting karena akan menjadi alat perjuangan politik bagi kaum buruh, apalagi selama ini kita selalu menitipkan aspirasi kepada orang lain," ucap Abrar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10).

Melalui Partai Buruh, aspirasi-aspirasi kaum pekerja di Indonesia akan lebih terwadahi. Pun demikian dengan persoalan energi sebagai masalah politik karena selalu terkait dengan kebijakan negara yang cenderung mengarahkan keberpihakan pada sektor privat dan mengabaikan kepentingan publik.

"Perjuangan SP PLN merupakan keteguhan sikap kita dalam menjaga agar ruh Pasal 33 UUD 1945 tetap terjaga, cabang-cabang produksi penting dikuasai negara dan benar-benar dikuasai negara dan untuk kemakmuran rakyat," tandas Abrar.