Partai Gelora: Selamat Datang Deklarator PAN Lampung




Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Lampung langsung membuka pintu buat deklarator PAN Lampung Abdulah Fadli Auli yang baru hengkang dari partainya bergabung dengan Partai Gelora.

"Selamat datang dan selamat bergabung bersama Partai Gelora Lampung," ujar Tanzi, Dewan Penasehat partai tersebut kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu sore (13/6).

Menurut politisi senior Lampung itu, dia langsung menghubungi Aab, panggilan Abdullah Fadli Auli, sahabat lamanya untuk bersama membesarkan Gelora Lampung.

"Alhamdullilah, beliau bersedia," ujar Chin Lunk, panggilan Tanzi di Kantor Gelora Lampung, Jl. KH Mas Mansyur No.99, Rawalaut, Kota Bandarlampung.

Partai Gelora Indonesia' yang berdiri 28 Oktober 2019 diketuai Anis Matta diperkenalkan di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

[caption id="attachment_25145" align="alignnone" width="650"] Aab[/caption]

Mayoritas penggagas partai ini adalah mantan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi.

Bulan lalu, Selasa (19/5), Partai Gelora nendapatkan SK Kemenkumham RI sebagai badan hukum partai politik.

Dengan bergabungnya, Aab mudah-mudahan semakin menggelorakan Partai Gelora Lampung, ujar Ketua DPW Gelora Lampung Samsani Sudrajat.

Aab ketika dikonfirmasi masih belum mau mengomentari pengakuan Tanzi. Dia hanya tersenyum saja.

[caption id="attachment_33795" align="alignnone" width="659"] Fahri Hamzah dan kader Partai Gelora Lampung/RMOLLampung[/caption]

Menurut Tanzi, Aab aset, tokoh politik yang konsisten dengan semangat demokratisasi dan reformasi.

"Dua hal ini patut diketuktularkan pada kader-kader muda Partai Gelora, termasuk pengalamannya berpolitik selama 15 tahun ini," katanya.

Tanzi menilai Aab juga termasuk setia dengan pendiri partai, Prof Dr. Amin Rais yang tersinggir dari partai yang dideklarasikannya.

Aab, selain salah seorang deklarator PAN Lampung, juga pernah menjadi ketua DPW PAN Provinsi Lampung periode kepengurusan 2005-2010

Dia juga sempat menjadi ketua Departemen Hubungan Antar
Lembaga DPP PAN periode 2010-2015.

Sebelumnya, deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung tahun 1998, melihat tak ada lagi demokratisasi dalam tubuh partai saat ini.






Dia mengaku sedih dan prihatin melihat dinamika internal partai yang sudah tak sehat lagi dalam berdemokrasi dan perjuanhan reformaai setelah Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2).

[caption id="attachment_44852" align="alignnone" width="696"] Kursi terbang dalam Kongres PAN V di Kendari/Foto Net[/caption]

Kongres tersebut diwarnai kericuhan, kursi terbang, antarcalon ketua umum (caketum) sebelum akhirnya terpilih Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

Aab menilai dinamila politik dalam tubuh partai sudah tidak sehat. Tidak seperti sebelumnya, partai berlambang matahari warna biru itu mengedepankan semangat demokrasi dan perjuangan reformasi.



Dia mengaku selama 15 tahun mengurus partai' setiap proses pemilihan ketua berlangsung secara demokratis di tubuh partai, termasuk di DPW PAN Lampung.

Mekanisnya adil, katanya, semua struktur dari ranting (pimpinan tingkat desa/kampung) memiliki hak suara.

"Demokratisasi berlangsung sangat baik, sesuai AD/ART PAN," ujar ketua PBSI, olah bulutangkis Lampung itu kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Karirnya di PAN, dia lalui dari bawah. Bukan ujuk-ujuk, baru masuk kemudian langsung ditunjuk pegang jabatan penting mulai dari wakil sekretaris, wakil ketua, dan lainnya, katanya.

"Demokratisasi dan perjuangan reformasi sudah tidak berjalan di tubuh PAN. Terus, untuk apalagi mau jadi ketua DPW PAN lagi, itu sesuatu yang enggak mungkin," tandasnya.

Sebelumnya, Aab telah juga mengungkapkan alasan lainnya hengkang dari PAN, yakni disingkirkannya pendiri partai, Prof Dr. Amin Rais.





"Panutan saya adalah Prof. DR. Amien Rais, maka setelah Pak Amien Rais disingkirkan dari PAN, maka saya pun ikut dengan keputusan beliau, untuk hijrah dari PAN," ujarnya.















Karir Politik Abdullah Fadri Auli di PAN
1998-2005 wakil Sekretaris 1 bidang OKK.
2005-2010 Ketua DPW PAN Lampung.
2010-2015 Ketua Departemen Hub. Antar Lembaga DPP PAN.
2004-2019 Anggota DPRD Provinsi Lampung.