Pasien Dipersulit RSIA Restu Bunda Saat Minta Rekam Medis

RSIA Restu Bunda/Net
RSIA Restu Bunda/Net

Kualitas pelayanan di RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) Restu Bunda, Telukbetung Barat Kota Bandarlampung dipertanyakan.


Salah satu pasien yang dirawat di RSIA yang ada di bilangan Pasar Cimeng itu kesulitan dan merasa dipermainkan hanya untuk mendapatkan salinan rekam medis pasca operasi sesar beberapa waktu lalu.

 “Waktu anak saya pulang dari operasi sesar, rekam medis tidak diberikan oleh RS. Nah, sejak Jumat malam lalu, saya masuk RS ini lagi. Tadi saya minta ibu saya untuk dapetin salinan atau hanya mau foto saja tidak diperbolehkan,” papar Retno, Rabu (30/9).

Terkait hal ini, Fajar Arifin, SH selaku kuasa hukum pasien menyesalkan perlakuan manajemen RSIA Restu Bunda.

“Tidak diberikannya Rekam Medis oleh RS saya kira sudah bisa dikatakan melanggar UU No.29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran. Terlebih yang minta rekam medis itu adalah ibu dari pasien,” ucapnya.

Dikatakannya, ia sudah menghubungi Direktur RSIA Restu Bunda, dr Reza terkait masalah ini.

”Tapi Pak Reza tidak memberikan. Menurutnya, yang bisa meminta rekam medis hanyalah pasien, atau keluarga. Ini kan aneh, lah tadi siang yang minta rekam medis itu ibu nya pasien,” kesalnya.

Lewat aplikasi WhatsApp, dr Reza mengatakan bahwa yang berhak melihat rekam medis adalah pasien dan keluarga pasien.

Cuma yang berhak tau (rekam medis) kan pasien n keluarga pasien yg tercantum di RM di general consent,” tulis Reza.