Pejabat Eselon 2 Bandarlampung Pening Usai Uji Kompetensi Mutasi

Pimpinan tinggi pratama Pemkot Bandarlampung menjalani ujian kompetensi mutasi/ Tuti Nurkhomariyah
Pimpinan tinggi pratama Pemkot Bandarlampung menjalani ujian kompetensi mutasi/ Tuti Nurkhomariyah

Pimpinan tinggi pratama atau pejabat eselon dua Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah mengikuti uji kompetensi mutasi di Ruang Sidang Gedung Tapis Berseri.


Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, para pimpinan tinggi pratama tengah khusus mengerjakan soal. Uji kompetensi hari ini dibagi menjadi dua sesi yakni uji psikotes dan uji manajerial. 

Salah satu peserta, Khaidarmansyah mengaku diminta mengerjakan psikotes yang mengukur kemampuan intelektual, verbal, kemampuan cepat, dan ketepatan dalam mengambil keputusan.

"Sementara uji kompetensi managerial itu kita ditanya bagaimana mengatur OPD kita, integritas, mengembangkan karir, menyelesaikan persoalan, mengelola perubahan. Juga ada sosial kultural itu mengatur staf kita yang berbeda agama, suku, etnis, jenis kelamin. Kita ditanya persoalan itu dalam bentuk studi kasus," kata Khaidarmansyah, Kamis (12/8). 

Menurutnya, setelah dilakukan uji kompetensi psikotest dan uji manajerial, para peserta juga diminta untuk mempersentasikan makalah pada bidang yang diemban. 

"Jadi hari Jumat dan Sabtu, kita diberi waktu 30 menit untuk mempersentasikan makalah yang kita buat lalu diskusikan. Setelah semua ujian selesai, nantinya Bu wali yang akan mengambil keputusan terhadap kompetensi kami," ujarnya. 

Sementara beberapa kepala dinas mengaku pening usai menjalani uji kompetensi mutasi.

Seperti Kepala Dinas Kesehatan Edwin Rusli. Ia tak berkenan diwawancarai setelah selesai mengerjakan ujian tertulis hari ini. 

Begitu juga dengan Plh Sekdakot Tole Dailami. Ia tak ingin berkomentar saat dimintai tanggapan soal desakan Cipayung Plus. 

"Belum ada tanggapan, orang lagi pening. Udah jangan diwawancarai dulu, orang baru kelar ujian kok," jelasnya.