Pejuang Bravo Lima Ajak Semua Terus Semangat Lawan Covid-19

Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung mengajak seluruh masyarakat Lampung dan Indonesia untuk terus semangat menjalani hidup, dan tak henti berikhtiar memutus rantai penularan Covid-19, minimal di lingkungannya masing-masing.


PBL Lampung mengungkapkan bunyi keprihatinan terdalam, belasungkawa mendalam terhadap segenap korban meninggal dunia akibat terjangkit virus musuh bersama rakyat 216 negara ini.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PBL Lampung Ary Meizari Alfian menyatakan, 267 juta rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke sudah sepatutnya terus taat asas, patuh pada protokol kesehatan demi keselamatan diri, keluarga, lingkungan, dan bangsa.

"Mari kita terus menyebarkan virus kebaikan, peduli dan berbagi kepada sesama warga bangsa. Mengingatkan siapa saja yang kedapatan tak pakai masker pelindung pernapasan dimana saja, salah satunya," kata Ary.

Dalam siaran persnya, Jumat (10/7), Ary berujar, hal sederhana semacam itu, bukan tanpa dasar. Mantan Ketua Kadinda Lampung ini membeber data terkini pertambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif, dan pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), serta orang tanpa gejala (OTG) positif  Covid-19 maupun yang wafat.

"Rilis Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto pada Jumat, korban meninggal 3.469 orang, terkonfirmasi positif 72.347 orang, sembuh 33.529 orang," kutip Ary, didampingi sekretaris Reza Berawi, dan Mico Periyando, ketua bidang media dan informasi.

Ary mewanti-wanti, semua pihak perlu menelisik gelombang kedua pandemi. "Presiden Jokowi pun terbaru ingatkan awas, ini lampu merah, dari itu ayo kita jangan lengah. Pakai masker di tempat umum, jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Lawan Covid-19!" tuntasnya.

Sementara data sebaran Covid-19 di Lampung per Jum'at pukul 10.00 WIB, dikutip dari akun ofisial media sosial Diskes Lampung, pasien terkonfirmasi positif Covid -19 sebanyak 205 orang, dirawat/diisolasi 29 orang, 164 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia.