Pekan Ini KPK Periksa 25 Saksi Swasta, PNS dan Buruh Kasus Adik Mantan Bupati Lampura

Illustrasi/RMOLLampung
Illustrasi/RMOLLampung

Penyidik KPK kembali marathon memeriksa saksi-saksi untuk kasus korupsi adik mantan Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara, Akbar Tandaniria Mangkunegara (ATMN) tahun 2014-2019.


Pada hari Senin dan Selasa (22-23/11), KPK memeriksa masing-masing tujuh saksi dari unsur swasta. Sementara, hari ini KPK memeriksa 11 saksi dari unsur swasta, PNS dan Buruh Harian Lepas, Rahu (24/11).

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, saksi ini diperiksa di Kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Lampung. Namun, dia belum menjelaskan lebih lanjut terkait pemeriksaan ini. 

"Tim Penyidik mengagendakan Eka Saputra Swasta, Ery Riswan Swasta, Fahrozi Swasta, Hadie Reyandi Chandra Swasta, Hermansyah Swasta, Ibnu Hajar Swasta, Iwan Riyawan Putra Swasta, Muhammad Farhan Swasta, Tamsir Swasta, Fria Apris Pratama PNS, dan Maryadi Buruh Harian Lepas," ujarnya. 

Tujuh saksi dari unsur swasta yang diperiksa Selasa adalah Ir. Suhaimi , Edi Abizar , Alex Sondi, Ansori, Berly, Budi Rahmat Riadi dan Yovi Andika dari unsur swasta. 

Sementara, saksi dari unsur swasta yang diperiksa KPK hari Senin yakni A. Zulfi, Abet Apriansyah , Adris Yuli Yanto, Ahmad Pebrian, Ahmad Yani Sahri, Albert Renaldo, dan Ferizon. 

Pemeriksaan dalam kasus penerimaan gratifikasi tahun 2015-2019 di Lampura ini terus dikebut agar dapat segera disidangkan. 

Akbar ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Oktober lalu atas pengembangan kasus Agung Ilmu Mangkunegara di kabupaten Lampura 2014-2019.

Sebelumnya yang sudah menetapkan dua orang tersangka Agung Ilmu Mengkunegara dan Syahbudin dan sudah diputus oleh pengadilan tipikor. 

Konstruksi perkaranya, tersangka Akbar sebagai representasi Agung Ilmu Mangkunegara ini berperan aktif untuk ikut serta yang menentukan pengusaha dalam alokasi proyek di Dinas PUPR Lampura.