Pelabuhan Bakauheni New Normal Mulai Hari Ini




Mulai hari ini, Pelabuhan Bakauheni menyesesuaikan pelayanan penyeberangan jelang pelaksanaan era new normal pandemi Covid-19.

Bus sudah bisa menyeberang kembali lewat Pelabuhan Bakauheni. Satu kapal, berdasarkan pengamatan Kantor Berita RMOLLampung, dibatasi dua bus.

Seperti dijelaskan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, jumlah muatan penumpang kapal diawasi maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

[caption id="attachment_44333" align="alignnone" width="555"] Antrean bus di Pelabuhan Bakauheni, Senin (8/6)/Foto RMOLLampung[/caption]

Pelabuhan Bakauheni beroperasi normal dengan tetap berusaha ikut menekan penyebaran Covid-19 sekaligus agar roda ekonomi kembali berputar normal.

Hendra, Asmen Operasional Pelabuhan Bakauheni kepada Kantor Berita RMOLLampung, Senin dini hari (8/6), akan melaksanaan sesuai ketentuan tersebut.

Dari pengamatan Kantor Berita RMOLLampung, pemeriksaan tak ketat seperti sebelumnya yang antara lain semua penumpang harus bawa surat jalan.

[caption id="attachment_44336" align="alignnone" width="710"] Suasana Pelabuhan Bakauheni, Senin dini hari (8/6)/Foto ASDP Bakauheni.[/caption]

Petugas hanya meminta agar para penumpang tetap memakai masker, jaga jarak, cek suhu, tidak bergerombol, dan cuci tangan.

Untuk bus, pihaknya hanya menerima bus yang sudah terpasang stiker izin penyeberangan dari pihak Perhubungan Darat.

Sebelumnya, Kamis (4/6), Ira Puspadewi mengatakan ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan pelayanan new normal sesuai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masing-masing daerah.

Selain itu, katanya, ASDP telah membentuk task force kesiapsiagaan antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid-19.

Task force ini berperan aktif dalam penyusunan protokol kesehatan new normal pandemi Covid-19.

"Dalam konsep the new normal, kami targetkan layanan penyeberangan berjalan normal, lancar, aman dan nyaman," katanya.

Hal itu perlu didukung kesadaran penuh seluruh stakeholder, utamanya pengguna jasa dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Yang harus dipatuhi bersama, wajib menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan pastikan physical distancing minimal 1,5 meter-2 meter," lanjut Ira.

"Sementara kebutuhan sosial ekonomi masyarakat adalah hal keniscayaan sehingga kesiapan ASDP sangat penting dalam mencapai target masyarakat aman dari Covid-19, namun tetap produktif," ujarnya.

"Sejak awal pandemi Covid-19, yang menjadi fokus utama adalah kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat dan karyawan (people first).

Untuk itu, ASDP terus menerapkan protokol preventif di seluruh pelabuhan dan kapal-kapal mulai dari desinfektan lingkungan, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal.

Serta, mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal.

Dilakukan Bertahap

Menyambut new normal yang rencananya akan dilakukan bertahap, Ira mengatakan bahwa ASDP telah mempersiapkan protokol interaksi yang melibatkan karyawan, pelanggan, pemasok, mitra usaha dan stakeholder lain yang meliputi Protokol Pencegahan dan Penanganan Persebaran Covid-19.

Kemudian, Protokol Penanganan Kesehatan di Masa Pandemi Covid 19, Protokol Operasional Pelabuhan, Protokol Disiplin Penggunaan APD, masker, sarung tangan dan lainnya, Protokol Penyesuaian Waktu atau jam Kerja kantor, serta Protokol Rumah Tangga.

Adapun kebijakan yang diberlakukan dalam mendukung protokol interaksi tersebut, lanjut Ira, yaitu mulai dari penerapan Online Ticketing System (Ferizy), Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat dan Protokol Kesehatan (physical distancing di kantor, kapal dan pelabuhan).

"Sejak awal pandemi, ASDP telah menerapkan Work From Home (WFH), rapat virtual dengan video conference, desinfeksi atau sterilisasi area kerja dan kapal secara berkala, virtual learning (Elsa), Posko Angkutan Lebaran Pemantauan Online, absensi online bagi seluruh karyawan, dan program ASDP menyapa," kata dia.

"Untuk program Ferizy ini sebenarnya sudah kita ciptakan setahun lalu, jauh sebelum Covid-19 melanda Indonesia. Dengan kondisi saat ini, penjualan tiket secara online menjadi keniscayaan, masyarakat semakin mudah, cepat, dan tentunya lebih aman dan nyaman karena physical distancing terpenuhi maksimal dimana kontak dengan petugas loket semakin minim," pungkasnya.