Pelabuhan Panjang Digital Port 2020


RMOL. Komitmen menjadikan seluruh pelabuhan yang berada di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC sebagai digital port telah dicanangkan di penghujung 2017 oleh Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya.
Menjawab itu, Pelabuhan Panjang pun kini menyiapkan diri menuju layanan terintegrasi di pelabuhan yang terkoneksi secara digital 2020.
Wujud komitmen tersebut dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandar Lampung, dan stakeholder kepelabuhanan lainnya, di Bandarlampung, Jumat (20/4).
"Selain kesepakatan bersama, sosialisasi yang dilakukan ini juga sebagai momentum yang baik dalam melakukan sinergi antar stakeholder dalam meningkatkan pelayanan. Bukan bicara soal momentum saja, tetapi kita harapkan keberlanjutannya bisa terus berjalan," kata General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo kepada RMOL Lampung.
Drajat menambahkan, pihaknya sudah menghitung untung dan ruginya digital port. Berdasarkan analisa  akhir, sistem itu sangat memberikan kemudahan dan keuntungan bagi pengelola pelabuhan.
"Kita sudah hitung, dengan digital port proses dokumentasi, perencanaan kapal semua bisa cepat. Dan kecepatan dalam proses ini bisa menurunkan biaya. Saya yakin cost bisa ditekan sampai 20 persen," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC telah menyiapkan anggaran tidak kurang dari Rp 1 triliun guna mempersiapkan belasan pelabuhan yang berada di naungan Pelindo II menjadi digital port. [nov]