Pelantikan Ratusan Kepsek Di Tengah Pandemi, Komisi V: Kurang Elok

Pelantikan 158 kepala sekolah (Kepsek) di tengah pandemi Covid-19, membuat DPRD Lampung terkejut. Sebagai mitra Dinas Pendidikan, Komisi V mengaku segera membahas kegiatan tersebut yang dinilai kurang elok.


Wakil Ketua Komisi V, Garinca Reza Palevi menegaskan, segera membahasnya. "Kurang elok saja, ada anjuran pemerintah untuk tidak boleh ada kerumunan dan keramaian orang tindak diindahkan pihak terkait," kata, Minggu (26/4).

Dinas Pendidikan sendiri beralasan bahwa pelantikan ratusan Kepsek terpaksa dilakukan karena mayoritas kepsek berstatus pelaksana tugas (plt). Sedangkan pada Bulan Mei, mereka harus menandatangani rapor dan ijazah.

Namun menurut Garinca, kalau alasannya siswa akan lulus tidak boleh ditanda tangani ijazahnya dengan status kepseknya Plt, maka yang elok menunda dahulu pelantikan biar saja dahulu kepsek yang lama menjabat sampai masa pendemi ini selesai.

Kalau pun harus tetap dilakukan tegasnya, maka ada alternatif lain untuk tidak mengumpulkan orang dengan jumlah banyak.

"Kalau memang harus tidak bisa ditunda lagi maka baiknya jangan dikumpulkan dalam satu tempat pelantikannya. Maka dipecah-pecah saja semisalnya 20 orang setiap harinya bergantian antara gubernur dan wagubnya," ujar  politisi Partai NasDem ini.

Garinca berharap persoalan ini tidak terulang lagi. Dia berharap masyarakat, termasuk juga pejabat untuk mematuhi peraturan pemerintah.

Dia juga berharap agar ini tidak terulang kembali. Di masa pendemi ini harus berhati-hati dan terus waspada.