Pelecehan Seksual, KUPT Siringbetik Serahkan Proses Hukum

Ailawati/RMOLLampung
Ailawati/RMOLLampung

Puskesmas Siringbetik Kecamatan Wonosobo serahkan proses hukum ke Polres Tanggamus, dan tidak akan ada upaya pendampingan hukum terhadap Kasubag MZ yang dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap bidan RF. 


Hal itu dikatakan Ailawati, Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Siringbetik. Dia mengatakan pihaknya tetap akan mengupayakan mediasi secara kekeluargaan, dengan mempertemukan kedua pihak.

"Selanjutnya, menyerahkan kepada keduanya kalau proses mediasi menemui jalan buntu," jelasnya, Rabu (13/1).

Pasca kejadian itu RF tetap aktif bekerja, sudah dipanggil dan dimintai keterangan. Sementara MZ belum pernah masuk kerja, sehingga belum bisa dimintai keterangan.

"Terkait laporan polisi yang dilakukan RF dan keluarganya, puskesms menyerahkan sepenuhnya proses hukumnya berjalan, dan tidak akan ada upaya bantuan hukum dari puskesmas," tegasnya.

Berbeda, RF bidan pelaksana di Puskesmas Siringbetik mengatakan, kejadian pelecehan itu diluar jam kerjanya (Piket) MZ.

Dirinya juga membenarkan telah membuat laporan polisi.. Sampai saat ini belum ada pencabutan laporan.

"Saya berharap laporan polisi yang saya buat, bisa membuat efek jera, sekaligus efek sosial bagi sipelaku. Dengan harapan dia bisa menghargai perempuan dan memberikan contoh yang baik bagi pegawai disini, agar kami bisa nyaman bekerja," ungkapnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres, AKP Edi Qurinas mengatakan, laporan bidan RF Sabtu (9/1), sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan segera dilakukan pemanggilan.