Peluncuran dan Diskusi Antologi 'Minyak Goreng Memanggil' di Jakarta, Ini Penyair dari Lampung 

Ist
Ist

Antologi Puisi "Minyak Goreng Memanggil" akan diluncurkan di PDS H.B. Jassin, Komplek TIM Jakarta, Jumat (22/07) mendatang.


Acara yang digagas Komunitas Puisi Rakyat, Komunitas Menulis Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta ini, juga dilaksankan workshop penulisan puisi bagi pelajar SMP dan SMA se Jabodetabek.

Menurut Nanang R Supriyatin, kegiatan ini selain merayakan peresmian gedung baru PDS H.B. Jassin juga merayakan Hari Puisi Indonesia tahun 2022.

Antologi puisi "Minyak Goreng Memanggil", kata Nanang, digagas oleh Mustafa Ismail dan Isbedy Stiawan ZS merespons kelangkaan dan meroketnya harga minyak sawit di Tanah Air. Hal ini disebabkan adanya permainan di kalangan pengusaha dan oknum pejabat. 

"Puisi bertema rakyat ini, kami akan dekatkan kepada masyarakat lewat diskusi dan pembacaan puisi," jelas Nanang.

Untuk diskusi, narasumber adalah Bambang Widiatmoko, Yon Bayu, Nanang R Supriyatin. Sedangkan untuk workshop yakni Isbedy Stiawan ZS, Mustafa Ismail, Ariany Isnamurti.

Sementara Isbedy Stiawan ZS mengatakan, antologi puisi "Minyak Goreng Memanggil" menghimpun 54 penyair Indonesia. Dari Lampung sebanyak 6 penyair. Mereka adalah Agusri Junaidi, Fitri Angraini, Ghufrani An'ars, Isbedy Stiawan ZS, Dewi Rahmawati, dan Andi Widiono.

"Penulis Lampung lumayan banyak dalam buku ini," kata Isbedy, yang juga kurator buku puisi ini bersama Mustafa Ismail.

Penyair berjuluk Paus Sastra Lampung itu berharap "kafilah" Lampung dapat hadir dalam perhelatan di PDS H.B. Jassin tersebut.

"Ini peluang sekaligus ruang bagi penulis Lampung tampil di TIM Jakarta," imbuhnya.