Pemeriksaan Kepala SDN 1 Tiyuhmemon Cuma Formalitas, DPRD Panggil Disdik Tanggamus

Pemeriksaan terhadap Kepala SDN 1 Tiyuhmemon Kecamatan Pugung, Nurhayati oleh Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Tanggamus terkait honor 3 Tenaga Harian Lepas (THL) yang selama 5 tahun mengabdi hanya dibayar Rp 200 ribu/3 bulan atau tak sampai Rp 70 ribu/bulan, dianggap sekadar main-main.


Wakil Ketua II Tanggamus, Kurnain dengan tegas mengatakan, Disdik harus menyelesaikan masalah ini hingga tuntas.

“Pemeriksaan itu harus bisa memutuskan salah atau tidaknya kepala sekolah tersebut,” jelasnya kepada kantor berita RMOLLampung, Kamis (16/7).

Dia berharap pemangilan itu jangan hanya sekadar formalitas.

Dijelaskan, ini masalah pendidikan, bagaimana guru mau efektif mengajar kalau kesejahteraan mereka tidak diperhatikan.

“Apalagi kalau guru dijadikan lahan oleh oknum kepala sekolahnya, tahun 2020 Juknis pengunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk pembayaran honor guru maksimal sampai 50%,” tegas angota DPRD Fraksi Nasdem itu.

Menurutnya, dia meragukan hasil pemeriksaan tersebut, karena jelas dalam pemberitaan tiga THL tersebut menerima honor kurang dari Rp 70ribu/bulan, dan pungutan 100 ribu untuk input dapodik.

Saat pemeriksaan keduanya mendampingi kepseknya, bahkan berapa honor yang diterima keduanya tidak sampai ditanyakan.

Kurnain mengatakan, akan mendorong koleganya di dewan untuk melakukan fungsi pengawasan. Tentunya dalam pengawasan itu membutuhkan stakeholder, termasuk media dalam bekerjasama.

"Kami akan pangil Disdik dan pihak untuk mencari kebenaran argumen masing-masing untuk mendapatkan data, yang akan menjadi bahan kami turun meninjau kelokasi,” demikian tegasnya.