Pemerintah Lanjutkan Subsidi Listrik Untuk Terdampak PPKM Darurat

 Ilustrasi meteran listrik/Net
Ilustrasi meteran listrik/Net

Bantuan berupa subsidi listrik menjadi salah satu yang akan diberikan pemerintah untuk masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.


Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari menernagkan, pemerintah menyiapkan dana hingga Rp 11,72 triliun untuk subsidi listrik di tahun ini.

"Pemerintah memutuskan untuk memberikan perpanjangan stimulus sektor ketenagalistrikan kepada masyarakat, berupa pemberian diskon tarif tenaga listrik dan Pembebasan Rekening Minimum dan Biaya Beban/Abonemen," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).

Masyarakat yang akan mendapatkan program stimulus ini ada dua kategori. Ida menyebutkan, pelanggan tarif 450 VA dan 900 VA akan mendapat diskon hingga Desember 2021 yang rencanannya untuk 32,6 juta pelanggan.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dikon kepada pelanggan bisnis kecil daya 450 VA dan pelanggan industri kecil daya 900 VA, serta pembebasan biaya beban abunemen dan juga penerapan ketentuan rekening minimum kepada pelanggan sosial, pelanggan bisnis, industri dan juga layanan khusus PT PLN.

Sementara untuk program bantuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban, akan diberikan kepada 1,14 juta pelanggan PLN.

Menambahkan, Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero), Bob Saril menyatakan, saat PPKM mobilitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah. Sehingga, PLN harus siap untuk melayani pelanggan yang akan melakukan kegiatannya dari rumah saja.

"Maka diperlukan keandalan pasokan listrik, sehingga hampir tidak ada lagi pemadaman atau adanya gangguan pasokan ketenagalistrikan. Untuk menjaga keandalan, kita menyediakan layanan daya listrik yang cukup untuk seluruh Indonesia dan juga mempunyai cadangan yang cukup,"demikian Bob Saril.