RPH Z-Beef Bandarlampung Siap Bantu Pemotongan Kurban

RPH Z-beef Indonesia/Ist
RPH Z-beef Indonesia/Ist

Pelaksanaan kurban di tengah PPKM Darurat disarankan dilakukan di rumah potong hewan (RPH). Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19 dengan berkerumun.


Salah satu RPH di Kota Bandarlampung yakni RPH Z-Beef Indonesia yang berada di Susunan Baru Tanjungkarang Barat, siap membantu pelaksanaan anjuran pemerintah tersebut. 

"Selaku pemilik RPH sangat mendukung dan siap membantu pemerintah untuk proses memotong secara profesional," kata pemilik RPH Z-Beef Indonesia, Tampan Sudjarwadi, Minggu (18/7). 

RPH Z-beef Indonesia/Ist

Menurutnya, pemotongan hewan kurban di RPHnya sah secara agama, karena telah memiliki juru sembelih halal dengan sertifikat. 

Shohibul kurban atau pengurus masjid bisa ikut menyaksikan saat proses pemotongan. 

"Kalau sapi lokal itu kita potong secara manual dengan juru sembelih halal, kalau sapi impor ada proses pemingsanan yang memang itu sudah ada sertifikat halalnya. Jadi sah secara agama," ujarnya. 

Lebih lanjut, Tampan Sudjarwadi menjelaskan RPH miliknya hanya sanggup memotong 25-30 ekor hewan kurban per hari karena harus patuh protokol kesehatan. 

"Sebetulnya kemampuan RPH kami bisa memotong 100-150 ekor per hari, tapi karena harus patuh protokol kesehatan dan kebanyakan meminta sampai proses pengemasan, maka kami batasi hanya 25-30 ekor," jelasnya. 

Saat ini pihaknya telah menerima permintaan pemotongan hingga pengemasan 60 ekor sapi saat Idul Adha nanti, yang mana akan diselesaikan dalam 3 hari. 

"Kalau jasa potong dan belah itu hanya Rp500 ribu per ekor, tapi kalau sampai ke pengemasan itu bisa sampai Rp 900 ribu hingga Rp1 juta. Yang lama itu proses pengemasan," ujarnya. 

Tampan Sudjarwadi mengaku akan melibatkan 40-45 orang untuk mengurus 30 ekor hewan kurban per hari. Mulai dari proses pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan. 

"Selain jasa pemotongan, kita juga menjual sapi dan daging. Kalau harga sapi itu bervariasi ada Rp15 juta hingga Rp 40 juta per ekor," jelasnya.