Pemkab Pesawaran akan Bangun 3 Pos Jaga Palang Pintu Kereta di Tegineneng

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafei/ Ist
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafei/ Ist

Pemkab Pesawaran mengambil langkah pasca kecelakaan lalu lintas antara Kereta Api Penumpang dengan Mobil Pajero Sport, yang terjadi di persimpangan perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Gedung Gumanti Kecamatan Tegineneng Rabu (14/9) yang lalu.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafei, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Divisi Region (Divre) IV Tanjung Karang untuk membahas tentang pos penjaga di perlintasan kereta api yang dilalui kendaraan bermotor. 

"Setelah dari Divre IV kami diarahkan ke Balai Tekhnik Perkeretaapian (BTP), dan dalam waktu dekat kami akan ke Palembang untuk menindaklanjutinya," kata Syafei melalui sambungan telepon, Kamis (22/9). 

Dikatakannya, ada dua alternatif dan solusi yang akan diajukan untuk menciptakan perlintasan kereta api yang aman bagi pengemudi kendaraan bermotor dan warga pejalan kaki. 

"Setelah kita diskusi pilihannya adalah pembangunan under pass atau mungkin fly over, kami masih menunggu rekomendasi dari Sekda untuk bertemu BTP Kelas II Wilayah Sumbagsel guna merealisaikan hal tersebut," ujarnya.

"Ada 3 perlintasan kereta api yang dilalui oleh masyarakat pengendara dan semuanya ada di Kecamatan Tegineneng," timpalnya. 

Ia mengatakan, untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pengemudi kendaraan bermotor, Pemkab melalui Dishub Pesawaran akan melakukan pembangunan pos jaga palang pintu kereta api di 3 titik. 

"Pembangunan under pass atau fly over itu untuk jangka panjang, untuk jangka pendeknya kami sudah merencanakan untuk pembangunan pos palang pintu kereta api," kata dia. 

"Sedangkan untuk penjaganya kita kolaborasi dengan desa setempat, penjaganya nanti warga setempat," pungkasnya.