Pemkab Pesawaran Tunggu Juknis Penyaluran BLT BBM

Kepala Dinas Sosial Pesawaran, A. Razak/ Rama
Kepala Dinas Sosial Pesawaran, A. Razak/ Rama

Pemkab Pesawaran masih menunggu petunjuk teknis (juknis) penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Kepala Dinas Sosial Pesawaran, A. Razak mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima surat edaran (SE) maupun petunjuk pelaksanaan terkait BLT tersebut.

"Penerima adalah keluarga yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dari Kemensos. Penyalurannya pun kabarnya tidak melalui bank, melainkan melalui kantor pos," kata Razak, Senin (5/9).

Dijelaskan, sebelumnya kabupaten setempat telah mendata sebanyak 24.000 keluarga penerima manfaat pada penyaluran BLT pada masa pandemi covid. Jumlah tersebut fluktuatif berkisar antara 14.000 hingga 24.000 kepala keluarga.

"Berkaca dari penyaluran BLT Pandemi Covid-19 sebelumnya terdapat puluhan ribu penerima BLT, jumlah data penerima memang fluktuatif karena ada pembaharuan data secara berkala yang kita laporkan kepada kementerian sosial," kata dia.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita RMOLLampung, pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp12,4 triliun untuk program BLT pasca kenaikan harga BBM.

Total sasaran sebanyak 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Penerima manfaat bansos akan mendapatkan bantuan sebesar Rp300 ribu sebanyak dua kali atau total Rp600 ribu.