Pemkab Tanggamus Keluarkan Surat Edaran Keberlangsungan Usaha Di Tengah Pandemi

Menyikapi perkembangan kebijakan dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemkab Tanggamus mengeluarkan Surat Edaran, guna mendukung keberlangsungan usaha.


Surat Edaran Nomor : 534/40/2020, Tentang Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Wabah Corona Virus Desease (Covid-19) di Toko Modern dan Pasar Tradisional Dalam Rangka Mendukung Keberlangsungan Usaha di Kabupaten Tanggamus, tanggal 2 Juni 2020, dinyatakan bahwa perlu dilakukan pengaturan pencegahan penularan Covid-19 terhadap pedagang, pelaku usaha, pekerja, pelanggan/konsumen dan masyarakat yang terlibat pada sektor jasa dan perdagangan di pasar modern dan pasar tradisional (area publik), melalui adaptasi perubahan pola hidup pada situasi New Normal Covid-19.

Dengan menerapkan protokol ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi Covid-19 pada usaha sektor jasa dan perdagangan dalam area publik, dimana terdapat potensi penularan Covid-19 akibat berkumpulnya sejumlah/banyak orang dalam satu lokasi. Adapun ketentuan dalam Surat Edaran tersebut, yakni;

1. Bagi para pelaku usaha, pedagang dan  pembeli tetap menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

2. Melakukan dan mempromosikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dengan memasang poster mengenai pentingnya cuci tangan dan tata cara cuci tangan yang benar.

3. Bagi para pedagang (toko modern/pasar tradisional) untuk dapat melakukan pembersihan (sterilisasi) area tempat dagangannya menggunakan desinfektan sebelum dan sesudah menggelar dagangannya.

4. Bagi Para Pedagang makanan  untuk tidak menyediakan meja dan kursi untuk para pembeli atau makan ditempatnya berdagang dan diupayakan makanan dalam kemasan yang dapat dibawa pulang;

5.Pedagang pasar tradisional/karyawan toko modern wajib mengenakan sarung tangan dan masker serta kepada pembeli/ konsumen wajib memakai masker.

6.Pelaku usaha/ pedagang toko modern/pasar tradisional  menyediakan tempat cuci tangan dan Hand sanitizer/Hand Soap/ Sabun Cair di tempat dagang masing-masing.

7. Melakukan pengecekan suhu badan bagi seluruh pekerja sebelum mulai bekerja dan konsumen toko modern di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja/konsumen dengan suhu >37,3┬║C, tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, dan untuk di pasar tradisional dilakukan pengecekan suhu badan oleh petugas Satuan Pelaksana (Satlak) terhadap pedagang pasar tradisional yang dilakukan secara sampling (acak) terhadap pedagang. Apabila ditemukan pedangang dengan suhu >37,3┬║C maka akan dilakukan isolasi di kantor Satuan Pelaksana (Satlak)  sampai menunggu petugas Kesehatan untuk di cek kesehatannya lebih lanjut.

8. Bagi para pedagang/karyawan toko modern/pasar tradisional dan konsumen/pembeli wajib untuk menjaga jarak (Social Distancing/Physical Distancing) minimal 1 (satu) meter  dalam transaksi jual beli dan menghindari terjadinya kerumunan.

9. Selain menjaga jarak interaksi fisik antara pedagang dan pembeli sebagaimana dimaksud angka 8 diatas, benda-benda yang dipegang pun bisa menjadi sarana penularan Covid-19, antara lain uang pembayaran atau uang kembalian dapat menyebarkan virus corona. Untuk itu pedagang tradisional/karyawan toko modern/pembeli apabila memegang uang pembayaran/uang kembalian tidak memakai sarung tangan, untuk segera mencuci tangan dengan sabun di tempat yang tersedia.

10. Untuk pelaku usaha toko modern, agar melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan cara meminimalkan kontak antara karyawan toko dengan konsumen dimeja kasir atau counter diberikan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) sebagai perlindungan tambahan serta dihimbau menggunakan  metode pembayaran non tunai.

11. Untuk mencegah kerumunan antara pedagang dan pembeli di toko modern, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1). Mengontrol jumlah konsumen/pembeli yang dapat masuk ke sarana ritel untuk  membatasi akses dan menghindari kerumunan.

2). Menerapkan sistem antrian di pintu masuk dan menjaga jarak minimal 1 meter.

3). Memberikan tanda di lantai untuk memfasilitasi kepatuhan jarak fisik, khususnya di daerah yang paling ramai, seperti kasir dan customer service.

12. Bagi Camat, Kepala Pekon/Lurah dan  Perangkat Pekon/Kelurahan dan Satuan Pelaksana Pasar untuk dapat mensosialisasikan dan mendukung Program Social Distancing / Physical Distancing kepada pedagang dan masyarakat pada terkait Pencegahan meluasnya wabah Covid-19.

13. Surat Edaran ini berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan dicabutnya status keadaan tertentu tanggap darurat bencana pandemi  Covid-19 oleh Pemerintah.

Sebelumnya, Bupati Tanggamus Dewi Handajani, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 bersama Wakil Bupati, Forkopimda, Sekdakab, Kepala Kantor Kementerian Agama, para Staf Ahli Bupati, Asisten dan Kepala OPD Pemkab Tanggamus menggelar Rapat untuk menyikapi kebijakan dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, di Ruang Rapat Utama Pemkab Tanggamus, Selasa (2/6/20).

Bupati mengatakan bahwa kondisi pandemi saat ini akan berpengaruh dalam tatanan kehidupan sehari-hari, baik dari sektor keagamaan, ekonomi, dan lainnya. Sehingga perlu dipikirkan apa yang akan dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Tanggamus kedepan. 

Kebijakan apa yang perlu diambil, serta tindakan yang dilakukan terkait dengan masih berlakunya Protokol Kesehatan Pencegahan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Tanggamus dalam kebijakan New Normal.

Terpisah, Kepala Dinas kesehatan Taufik Hidayat mengatakan esensi dari New  Normal adalah dengan mengintensifkan kegiatan pencegahan Covid-19, seperti pembinaan, pemantauan kedisiplinan masyarakat dalam Protokol Kesehatan. Selain itu Ia menyatakan terdapat persyaratan dalam pemberlakuan New Normal.

"Intinya tetap kita melakukan pembinaan pengawasan kedisiplinan terhadap Protokol Kesehatan. Lalu untuk penerapan New Normal ada beberapa syarat, seperti daerah tersebut telah bisa mengendalikan Covid-19, pengendalian itu indikatornya adalah bahwa kasus itu (Positif Covid-19) bisa terkendali. Salah satunya tidak ada kasus berturut turut selama 10 hari," pungkasnya.