Pemkot Bandar Lampung Harapkan Semua Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Pelatihan fasilitator kelurahan ramah perempuan dan peduli anak/Tuti
Pelatihan fasilitator kelurahan ramah perempuan dan peduli anak/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengharapkan semua kelurahan ramah perempuan dan peduli anak (KRPPA). Hal tersebut menjadi langkah untuk memenuhi hak serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Aisyah mengatakan pelatihan fasilitator diikuti 20 orang perwakilan kecamatan. Nantinya fasilitator tersebut akan mencari 10 relawan lainnya. 

"Untuk menjadi kelurahan ramah perempuan dan anak inikan ada 10 indikator yang harus dipenuhi. Jadi setelah fasda ini setiap kelurahan akan dicari 10 relawan sahabat perempuan dan anak," kata Sri Aisyah, Senin (4/7). 

Menurutnya, program baru dari Kementerian PPPA ini diharapkan kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami penurunan bahkan tidak ada kasus kekerasan.

"Inikan tahap awal, nantinya masih akan dikoordinasikan dengan camat dan lurah di Bandar Lampung," ujarnya. 

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan Pemkot akan memberikan bantuan Rp2 miliar untuk pendampingan perempuan dan anak.

Pihaknya juga akan menggandeng Kejari, PN dan kepolisian untuk pendampingan hukum terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak. 

"Mudah-mudahan dengan adanya satgas ini bisa membuat dan memberikan sosialisasi terbaik, sehingga diharapkan tidak ada lagi KDRT, dan eksploitasi anak," jelasnya.