Pemkot Bandar Lampung Rekomendasikan Cabut Izin Usaha Cafe Tokyo Space ke Pusat

Plh Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya/ist
Plh Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya/ist

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberikan rekomendasi pencabutan izin usaha Cafe Tokyo Space di Jalan KS Tubun, Rawa Laut, Enggal kepada pemerintah pusat. Hal tersebut sesuai surat permohonan dari Kapolres Bandar Lampung.


Plh Sekretaris Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya mengatakan pemkot hanya bisa melakukan penutupan, dan tidak bisa mencabut izin usaha Cafe Tokyo Space karena telah memperoleh izin usaha lewat Online Single Submission (OSS) versi 1.1, yang diterbitkan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Terhitung surat (Kapolres Bandar Lampung) yang kita terima, hari ini sudah kita lakukan penutupan. Sementara pencabutan izin usaha itu bukan kita yang mengeluarkan SK pencabutannya, tapi OSS. Kita hanya mengusulkan untuk izin itu dicabut," kata Sukarma Wijaya, Selasa (17/5). 

Menurutnya, pihaknya hanya berwenang melakukan penutupan pada tempat tersebut. Selanjutnya jika untuk memberikan sanksi pada pemilik cafe itu bukan kewenangannya.

"Tapi dengan ditutupnya cafe itukan bagian dari sanksi kita (Pemkot). Tapi kalau sanksi yang lainnya bukan kita kewenangannya," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggun mengatakan Cafe Tokyo Space telah memiliki izin yang diterbitkan berdasarkan OSS 1.1.

"Pangajuan izin ke PTSP adalah atas nama Bayu Prayoga sebagai Penanggung Jawab Cafe Tokyo Space," jelasnya. 

Diketahui sebelumnya, surat yang Kapolresta Bandar Lampung kirimkan menerangkan bahwa pada Minggu (15/5) sekitar pukul 02.00 wib di Cafe Tokyo Space telah terjadi tindakan penganiayaan yang menyebabkan korban jiwa dengan luka tusuk di bagian dada, atas nama Agung Adi Saputra yang merupakan anggota TNI AD. 

Menindaklanjuti kejadian tersebut agar Pemkot Bandar Lampung melakukan tindakan berupa penutupan dan mencabut izin usaha cafe tersebut karena tidak menaati instruksi wali kota nomor 12 tahun 2022 tentang PPKM level 1. Dimana jam oprasional sampai pukul 22.00 WIB.