Pemkot Bandar Lampung Telah Kirim Rancangan Mekanisme Bansos Inflasi ke Pusat

Ketua TAPD Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya/Tuti
Ketua TAPD Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menyelesaikan penyusunan rancangan mekanisme penyaluran bansos penanganan inflasi akibat BBM. Rancangan tersebut juga telah dikirimkan ke Presiden RI.


"Sudah selesai, sudah kami serahkan ke Presiden sesuai waktu yang telah ditetapkan," kata Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, Kamis (15/9).

Menurutnya, Pemkot Bandar Lampung menganggarkan Rp5,5 miliar untuk penanganan inflasi BBM. Jumlah itu berasal dari refocusing dana alokasi umum (DAU) dalam dalam APBD.

"Dana tersebut akan digunakan untuk tiga bidang. Diantaranya bansos, kegiatan swakelola dan subsidi angkutan umum," ujarnya. 

Dalam rincian pembagian anggaran pada tiga bidang itu, Sukarna Wijaya enggan merincikan. Menurutnya Rp2,8 miliar akan digunakan untuk stok pangan dalam bansos. 

"Sisanya untuk kegiatan swakelola dan subsidi angkutan bus kota, perencanaannya sudah diserahkan ke Pak Presiden," jelasnya. 

Lebih lanjut, Sukarma Wijaya menjelaskan dalam penyaluran bansos, pihaknya akan melibatkan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung untuk membantu pengawasan.