Pemkot Bandar Lampung Tunggu Desain Pembangunan RS Otak dan Jantung

Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung, Khaidarmansyah Tuti
Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung, Khaidarmansyah Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung masih menunggu desain pembangunan Rumah Sakit (RS) Otak dan Jantung yang digagas oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. 


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandar Lampung, Khaidarmansyah mengatakan Menteri Erick Thohir telah menyerahkan pembangunan kepada Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, dr Fathema Djan Rachmat usai meninjau RS A Dadi Tjokrodipo pada beberapa waktu lalu. 

"Nah dia janji mau menyelesaikan dulu masalah Covid-19 dengan Kementerian Agama karena di wisma haji, setelah selesai itu baru fokus ke pengembang RS A Dadi Tjokrodipo menjadi RS Otak dan Jantung," kata Khaidarmansyah, Sabtu (6/11).

Menurutnya, Menteri Erick Thohir meminta Pemkot Bandar Lampung untuk menyediakan lahan. Awalnya kita usulkan lahan di Kemiling, namun prosesnya terlalu panjang dalam mengurus perizinan, sehingga diusulkan di RS A Dadi Tjokrodipo. 

"Jadi kita kembangkan RS A Dadi Tjokrodipo dari RS daerah menjadi RS Khusus Pusat Otak dan Jantung. Kalau mulai dari awal kita lebih payah lagi proses perizinan dan lainnya. Kalau itukan tinggal bangun, fasilitas disediakan, manejemen dan strukturnya," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan mengatakan luas lahan yang ada di RS A Dadi Tjokrodipo totalnya 2 hektare, sehingga diperkirakan cukup untuk pengembangan RS Otak dan Jantung. 

"Total lahan di RS A Dadi Tjokrodipo ada 2 hektare lebih, nanti pembangunannya dari Kementerian BUMN," jelasnya.