Pemuda Lumpuh Hidup Sebatang Kara Di Purwodadi Gisting

Kumara Seta dan Warni/RMOLLampung
Kumara Seta dan Warni/RMOLLampung

Seorang pemuda di Dusun B, Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, terpaksa menjalani hidup sangat memprihatinkan.


Dia bernama Kumara Seta (20). Di usi mudanya, ia mengalami kelumpuhan. Ia juga tak lagii bisa bicara.

Kini, ia juga tinggal sebatang kara, setelah mbahnya yang selama ini mengurusnya meningal dunia beberapa bulan lalu.

Warni, warga setempat mengatakan, setelah ibunya Jumariyah meningal dunia tahun 2013 lalu. Kumara menjadi yatim piatu. Ia tinggal dan diurus  mbahnya.

Sekarang mbahnya sudah meningal dunia beberapa bulan lalu, Kumara pun sebatang kara di rumah peningalan alm kedua orang tuanya.

Menurut Warni, sekitar lima tahun lalu, Kumara bekerja bangunan di Jakarta. Menurut informasi ia terjatuh dari atas bangunan tempatnya bekerja.

Akibat kejadian itu dia tidak bisa lagi beraktivitas dan hanya bisa duduk.  Dua tahun terahir penyakit yang dideritanya semakin parah, sampai ia tidak bisa lagi bicara saat ini.

"Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari aja hanya mengandalkan pemberian tetanga, beruntung para tetanga sekitar sangat baik dan iba melihat keadaannya, sehinga banyak warga yang memberikan makanan kepadanya," jelas Warni yang ikhlas memberikan makanan dan menyuapinya, Rabu (11/11).

Ditambahkannya, selama ini hanya warga sekitar yang peduli dengan keadaan yang dialaminya. Belum ada perhatian pemerintah setempat, baik yang mengunjungi apa lagi memberikan bantuan. Karenanya dia berharap ada perhatian dari Pemkab Tanggamus kepadanya. Dia juga berharap ada dermawan yang mau membantu untuk kesembuhannya.