Penasehat Hukum Minta Keluarga Karomani Bersabar Lihat Rumahnya Digeledah

Penasehat Hukum Karomani, Sukarmin/Tuti
Penasehat Hukum Karomani, Sukarmin/Tuti

Rektor Unila nonaktif, Prof Karomani telah menunjukkan Ahmad Handoko dan Lembaga Bantuan Hukum 74 WA serta Resmen Kadafi untuk menjadi penasehat hukum. Mereka diminta untuk membantu menangani kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru. 


Lembaga Bantuan Hukum 74 WA, Sukarmin meminta keluarga Karomani untuk berlapang dada dan ikhlas melihat rumahnya digeledah. Pasalnya peristiwa OTT KPK sudah terjadi. 

"Saya menekankan untuk bersabar, berdoa, dan menjaga kesehatan. Proses hukum kita jalani sesuai prosedur," kata Sukarmin usai mendampingi keluarga Karomani saat penggeledahan KPK, Rabu (24/8). 

Menurutnya, ia akan ke Jakarta nunggu proses pemanggilan dari penyidik saat pemeriksaan tambahan Karomani. 

"Langkah berikutnya tentu kita akan berupaya semaksimal mungkin membantu Karomani untuk mengungkapkan fakta yang sebenernya terjadi," ujarnya. 

Sebelumnya, penyidik KPK melakukan penggeledahan dua rumah pribadi Karomani. Di rumah yang terletak di Jalan Sultan Haji 1, Gang Dahlia, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, KPK membawa 1 koper hitam. 

Sementara di rumah mewah Karomani yang berada di Jalan H Komarudin, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, KPK membawa 2 koper.

Diketahui, KPK telah menetapkan tersangka kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila yakni Karomani, Wakil Rektor Bidang Akademik Heryandi dan Ketua Senat Muhammad Basri, serta swasta Andi Desfiandi.