Pengacara DS Ditangkap, Komisi III DPR RI Akan Kunjungi Polda Lampung

Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari/ Faiza Ukhti
Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari/ Faiza Ukhti

Pengacara berinisial DS ditetapkan Penyidik Polresta Bandarlampung sebagai tersangka atas tindak pidana menutup jalan di Terminal Kemiling.


Lahan itu merupakan lahan sengketa kliennya yang bernama Broto yang dengan Pemerintah Kota Bandarlampung.

DS dilaporkan oleh UPT Terminal Kemiling dengan dugaan pasal 192 ayat 1 KUHP tentang tindakan dengan sengaja melakukan penutupan jalan secara disengaja dan mengganggu lalu lintas umum. 

Menindaklanjuti itu, Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mengatakan, akan melakukan kunjungan kerja ke Polda Lampung, Rabu (17/2).

"Apakah proses penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kepolisian sudah sesuai atau memang dipaksakan dan berpotensi adanya kriminalisasi terhadap profesi advokat," katanya dalam diskusi di Kantor Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Lampung, Minggu (14/2).

Jika ada kriminalisasi, lanjutnya, maka akan berpotensi menjadi ancaman serius dalam melakukan pembelaan yang dilakukan advokat. 

Diskusi yang diadakan Ikadin Lampung ini membahas kasus DS berdasarkan perspektif hukum. 

Kegiatan bertema “Officium Nobile: Hak Imunitas Profesi Advokat?” juga dapat disaksikan secara Online melalui aplikasi Zoom Meeting. 

Menghadirkan, Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari, Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, Direktur LBH Bandarlampung Candra Muliawan.

Kemudian, Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Ujang Tomi, Kasubdit Bankum Polda Lampung I Made Kartika dan Advokat Senior Lampung Slamet Haryadi.