Pengelola Taman Muara Indah Jawab Keluhan soal Uang Parkir

Taman Muara Indah Kota Agung/ Zairi
Taman Muara Indah Kota Agung/ Zairi

Pungutan uang parkir ilegal atau liar oleh sekelompok orang di Taman Wisata Muara Indah Kota Agung yang dikeluhkan pengunjung, mendapat tanggapan pihak pengelola wisata itu. 


Robi Suharto, sang Pengelola Taman Wisata Muara Indah Kota Agung menjelaskan, sejak berdirinya taman tersebut dirinya diberi mandat oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tanggamus sebagai pengelola keamanan, kebersihan dan penataan taman. 

Sementara untuk parkir kata dia, sebelum taman ini ada, kantong-kantong parkir itu memang sudah ada dan dikelola warga setempat.

Seiring berjalannya waktu parkir di area taman wisata muara indah ada kelompok yang mengelola. Mungkin karena sepi pungunjung dampak covid-19, parkir pengunjung tidak jelas lagi siapa pengelolanya.

Dampaknya, ada tujuh kasus pengunjung kehilangan kendaraan roda dua, atas dasar itu dirinya berinisiatif mengkoordinir angota penjaga parkir, di luar Dishub dan Disparbud.

Setiap kendaraan pengunjung dikenakan biaya sebagai penitipan barang diluar tiket masuk pengunjung. Kalau ada barang pengunjung yang hilang mereka tangungjawab sepenuhnya dengan menunjukkan kartu parkir.

"Uang hasil parkir tersebut, selain dibagi-bagi untuk petugas parkir, sisanya buat bayar keamanan, kebersihan serta penataan taman, sementara untuk setoran ke dishub dan disparbud itu tidak ada," jelasnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (4/1). 

Dirinya juga membenarkan ada penarikan dana kepada setiap pemilik wahana permainan anak-anak, dan menggunakan dua kamar toilet taman sebagai gudang penyimpanannya. Itu juga atas inisiatifnya dan tidak ada setoran ke Disparbud seperti yang ditanyakan.

"Penarikan iuran sebesar 10 ribu atau 300 ribu perbulan ke setiap pemilik wahana permaian itu untuk biaya pengamanan barang, kenapa kami menggunakan dua kamar toilet sebagai gudang, karena dinilai pemakaiannya belum maksimal dan itu sipatnya sementara. Sebelum pembuatan gudang ditanah warga samping taman selesai dikerjakan," kata Robi.

Artinya kata Robi, kalau memang nantinya toilet tersebut akan dibutuhkan, barang tersebut akan mereka angkut, walaupun gudang belum selesai. 

"Siapa saja yang akan mengelola parkir tersebut sepanjang legalitasnya jelas, kenapa tidak," demikian Robi.