Pengeroyok Nakes Kedaton Dengarkan Dakwaan, Tidak Ajukan Eksepsi 

Rendy Kurniawan saat  menjalani perawatan di RSUDAM usai pengeroyokan/Ist
Rendy Kurniawan saat menjalani perawatan di RSUDAM usai pengeroyokan/Ist

Tiga terdakwa pengeroyokan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Kedaton menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (14/10). 


Ketiganya yakni Awang Helmi Christian, Novan Putra Abdillah, dan Didit Maulana yang melakukan pengeroyokan terhadap Rendi Kurniawan pada Minggu, 4 Juli 2021.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Aftarini memaparkan kronologi peristiwa saat tiga terdakwa berkeliling mencari tabung oksigen di daerah Bandar Lampung untuk ayahnya yang sedang sakit covid-19.

Setelah berusaha mencari di Tugu Adipura tempat layanan ambulans 24 jam gratis dan disarankan untuk ke Puskesmas Kedaton. Ketiganya tiba di Puskesmas Kedaton pukul 03.45 WIB. 

Ketiganya sampai di Puskesmas Kedaton dan memencet bel, saat itu korban Rendi yang sedang piket membukakan pintu. Mereka masuk dan berdiri di depan lorong ruang jaga perawat. 

Terdakwa Awang kemudian bertanya ‘ada oksigen gak untuk dibawa pulang atau dibeli karena orang tuanya sedang sakit’. Namun, Rendi menjelaskan bahwa tabung oksigen tidak dijual dan tidak bisa dibawa pulang. 

Karena sesuai SOP Puskesmas, tabung oksigen diperuntukkan untuk pasien di puskesmas, dan jika kondisinya mendesak sebaiknya pasien dibawa ke rumah sakit. 

Kemudian, korban juga menegur Awang untuk memakai masker dengan baik menutup hidung dan mulut jangan hanya sekedar menutup dagu saja. 

Mendengar hal itu Terdakwa Awang tidak terima dan mengatakan korban tidak sopan. Namun, korban mengatakan hal itu memang sudah prosedurnya. 

"Setelah itu terdakwa Awang masih ngotot menunjukan kepada korban bahwa dia ini datang bersama dengan terdakwa Novan yang merupakan anggota Polri dan Awang akui kalau dia merupakan adiknya Reihana Kadis Kesehatan Provinsi Lampung sampai tiga kali agar korban takut,” ujar JPU Eka. 

Namun korban tetap tidak terpengaruh, sehingga terdakwa Novan yang berada di dekat mereka kemudian bertanya, dengan menanyakan nama korban sambil meminta korban buka maskernya dan mengajak untuk keluar dari Puskesmas. 

Kemudian mendorong lalu memepet tubuh korban sehingga korban tersudut dan mundur hingga ketengah lorong. Lalu Terdakwa Awang mengatakan hajar...hajar..hajar. Terdakwa Novan kemudian merangkul leher korban dengan tangannya lalu memukul ke arah wajah saksi korban sebelah kiri sebanyak 5 kali. 

Terdakwa Awang ikut memukul ke arah wajah korban sebanyak 3 kali dan diikuti oleh terdakwa Didit ikut memukul wajah korban secara bergantian sebanyak 3 kali. Setelah itu korban terpojok di pintu belakang, lalu datang rekan korban yang mendengar suara ribut-ribut dan melerai pemukulan yang dilakukan oleh para terdakwa.

Setelah itu terdakwa Novan menghentikan pemukulan korban. Hal ini dikarenakan Novan melihat terdakwa Didit akan mengambil batu paving blok ganjal pintu belakang yang akan dipukulkan ke wajah korban. 

Kemudian terdakwa Awang dan Didit berhenti memukuli korban, lalu langsung pergi meninggalkan korban yang saat itu masih dijepit lehernya oleh terdakwa Novan. Setelah itu terdakwa Novan bilang kepada saksi korban ‘Maaf ya, bapak sedang sakit’ dan saksi korban menjawab ‘Gak bisa maaf-maaf aja kaya gini’.

Mendengar perkataan itu, terdakwa Novan lalu menunjuk ke arah saksi korban dengan berkata ‘Nah masih ngelawan kamu ya’ lalu para terdakwa langsung pergi meninggalkan Puskesman Kedaton. 

Berdasarkan hasil visum, Rendi memiliki luka pada dahi, dua sentimeter dari garis tengah ke arah kiri, dua senti meter dibawah batas rambut bagian depan, terdapat dua luka memar yang disertai pembengkakan, ukuran pertama dua senti meter kali satu koma lima senti meter, ukuran kedua lima senti meter kali dua sentimeter, bentuk tidak teratur, tepi tidak rata, bapas tegas, warna keunguan. 

Kemudian, pada pipi kiri, empat senti meter dari garis tengah dua senti meter dibawah alis terdapat dua luka memar yang disertai pembengkakan ukuran pertama enam senti meter kali satu koma lima senti meter ukuran kedua empat senti meter kali dua senti meter bentuk tidak teratur tepi tidak rata batas tegas warna keunguan.

Sementara itu, kuasa hukum tiga terdakwa Bey Sujarwo mengatakan, dakwaan tersebut sudah sesuai sehingga pihaknya tidak akan melakukan eksepsi.