Pengusaha Tambak Udang Nol Kontribusi untuk Desa Sukarame Punduh Pedada

Tambak udang/ Ist
Tambak udang/ Ist

Pemerintah Desa Sukarame Kecamatan Punduh Pedada keluhkan tidak adanya kontribusi dari para pengusaha tambak udang yang beroperasi di daerahnya selama bertahun-tahun. 


Dikatakan, Kepala Desa (Kades) Sukarame Kecamatan Punduh Pedada Saepudin melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Sape'i mengatakan, banyaknya pengusaha udang yang ada di wilayahnya, namun tak satu pun yang memberikan kontribusi, Rabu (19/10). 

"Kurang lebih ada ratusan hektar lahan yang dipergunakan untuk tambak udang, seperti tambak udang Koh Atik, Rakhmat Darmawan, Andi Kurniawan, PT. Pacifik (Taiwan), Windu Tirta Kencana dan PT Anesta Agung. Memang banyak, tapi ya gak ada kontribusi ke desa," keluh Sape'i. 

Dikatakan, banyaknya tambak udang yang beroperasi didaerahnya membuat jalan desa menjadi rusak karena kerap dilalui kendaraan bermuatan berat yang mengangkut pakan dan udang. 

"Desa ini ya hanya menanggung beban aja, jalan rusak dan limbah dari tambak juga sangat mengganggu lingkungan. Sepertinya di tambak tersebut tidak mengelola limbah dengan semestinya," ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya telah dilakukan upaya koordinasi duduk satu meja, namun para pengusaha enggan datang dan hanya mengutus karyawan saja. 

"Ya kalau yang datang karyawan kan gak bisa apa-apa, dulu pernah diundang Pak Camat dan Tim dari Pemda terkait soal ini. Kami sangat berharap para pengusaha tersebut dapat bekerja sama demi kemajuan desanya dan usaha yang mereka lakukan disini. Maksudnya jangan mengambil keuntungan saja," kata dia.

Desa yang memiliki luas 1200 ha, Pulau Tanjung Putus, Pulau Lelangga Besar dan Pulau Lelangga Lunik yang dimiliki Artalita Suryani tersebut dihuni 1.601 jiwa dengan jumlah penduduk 825 laki-laki dan 776 perempuan serta 464 Kepala Keluarga (KK). 

"Untuk kesehatan masyarakat kalau disini ya banyak yang terkena malaria, meskipun telah dilakukan pencegahan oleh tenaga kesehatan kabupaten bersama desa," timpalnya.

Kemudian, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang dikelolanya masih bergelut dibidang pertukangan dan peternakan kambing. Lalu, pendidikan yang beroperasi hanya 2 SD Neger dan Madrasah Ibtidaiyah, TK dan 3 PAUD. 

"Desa Sukarame memiliki destinasi wisata ya hanya Tanjung Putus dan Fajar Harapan atau Pengasin, namun masih dikelola oleh warga setempat, " kata dia. 

Ia menegaskan, tentang persoalan tambak kedepan berharap kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran dapat memfasilitasi sehingga ada solusi yang saling menguntungkan antara desa dan pengusaha tambak udang.

"Ya, kami minta bantuannya kepada PWI Pesawaran untuk dapat mencari solusi, entah bagaimana caranya agar pelaku usaha bisa saling koordinasi dan bermusyawarah dalam satu meja," harapnya.