Penipuan Berkedok Investasi 66 M, Polda Tetapkan 6 Tersangka dari PT NSW

Dua unit Jeep Willys yang terparkir di Ditkrimsus Polda/ Ist
Dua unit Jeep Willys yang terparkir di Ditkrimsus Polda/ Ist

Kasus penipuan berkedok investasi, Ditkrimsus Polda Lampung menetapkan 6 tersangka dengan kerugian mencapai Rp 66 Miliar. Dari 620 korbannya salah seorang wartawan senior Lampung. 


Ke 6 tersangka dari  PT Nestro Saka Wardhana (NSW). Di mana, keenamnya yaitu DW sebagai pendiri PT Nestro Saka Wardhana, HS sebagai Direktur Utama, DK sebagai Direktur Keuangan, RS sebagai Direktur Teknis, AS sebagai Direktur Operasional dan IS sebagai pengurus di luar struktur PT Nestro Saka Wardhana tersebut.

Dirkrimsus Polda Kombes Arie Rachman Nafarin membenarkan dugaan investasi bodong tersebut terdapat 620 orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 66 Miliar yang terungkap melalui patroli cyber

Ia menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terkait kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. 

Penipuan ini sejak Februari 2020 silam hingga Maret 2022 dengan modus berkedok sebagai trading forex dan akan memberikan keuntungan sebesar 15 persen setiap bulan dari dana yang didepositkan. Cara yang dilakukan 6 tersangka diputar dari member ke member lainnya. 

Dihimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan investasi yang menjanjikan keuntungan yang besar. 

Adapun barang bukti yang diamankan dua unit Jeep Willys yang terparkir di Ditkrimsus Polda. Di bodi salah satu Jeep tertulis Willys Lampung Community Korwil Kota Metro.

Kini para tersangka dijerat Pasal 105 Jo. pasal 9, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan / atau pidana denda paling banyak Rp 10 Miliar.

Kemudian pasal 106 Jo. Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10 Miliar.