Penjelasan Polisi Soal Penanganan Kasus Aktivis Bunda Meri pada Aksi di Kemenag Lampura

Penyerahan berkas, terduga pelaku dan barang bukti ke Kejari Lampung Utara/ Ist
Penyerahan berkas, terduga pelaku dan barang bukti ke Kejari Lampung Utara/ Ist

Polres Lampung Utara (Lampura) menyerahkan berkas perkara, terduga pelaku aktivis Hj. Meri (49) atau Bunda Merry, warga Kelurahan Kotabumi Udik dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari).


Penyerahan langsung oleh Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Okatama didampingi Kanit PPA Aiptu Meta bersama anggota, Selasa (9/8).

Dugaan tindak pidananya yakni merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya, membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa sebagaimana dimaksud Pasal 76 H Jo Pasal 87 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU Jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.

Kronologi kejadian saat itu, Rabu (9/3), Meri yang bertindak sebagai koordinator lapangan (korlap) melakukan aksi menyampaikan pendapat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lampura bersama-sama dengan 100 orang peserta yang terdiri dari laki laki dan perempuan.

Dalam aksi tersebut dari hasil pantauan petugas di lapangan terdapat 7 orang anak-anak rentang usia 13-15 tahun yang disertakan sambil membentangkan spanduk orasi kemudian padanya didapati selembar kertas berisi teks orasi.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan diketahui anak anak tersebut merupakan santri dari salah satu Ponpes di Lampura. 

Mereka turut hadir dalam aksi atas bimbingan dan arahan terduga pelaku lainnya yakni Adi Setiadi (berproses dalam berkas lain) yang sebelumnya telah menerima ajakan/permintaan dari Meri.

"Untuk berkas perkara terduga Adi Setiadi telah dilengkapi dan juga telah dikirimkan ke JPU namun penyidik masih menunggu P21 nya," ujar AKP Eko, mewakili Kapolres Lampura.

Terhadap Meri sendiri, dengan telah diserahkan berkas perkaranya (tahap II) LP. No.Pol : LP/ A/ 626/III/ 2022/ SPKT Polres L.U / Polda Lpg tanggal 9 Maret 2022 ke JPU melaui Jaksa Eva Meilia, MH.

Penahanan selanjutnya dilakukan oleh Jaksa sebagaimana Surat Kepala Kejaksaan Negeri Nomor : B- 2390 /L.8.13/Eoh.1/07 /2022 tanggal 29 Juli 2022 yang diterima Penyidik pada tanggal 05 Agustus 2022 tentang Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara Pidana atas nama terduga pelaku "Meri " sudah lengkap (P.21), namun penempatannya di titipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lampura.